Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kopi Margading Malang Diekspor ke Belanda dan Jepang  

Mahmudan • Rabu, 8 Mei 2024 | 16:15 WIB

 

BERKUALITAS: Salah satu petani kopi asal Kabupaten Malang ini sedang menyangrai (roasting) kopi, beberapa waktu lalu. Ini merupakan proses pengeringan agar biji kopi mengeluarkan aroma.
BERKUALITAS: Salah satu petani kopi asal Kabupaten Malang ini sedang menyangrai (roasting) kopi, beberapa waktu lalu. Ini merupakan proses pengeringan agar biji kopi mengeluarkan aroma.

 

TIRTOYUDO - Potensi hasil perkebunan kopi di Kabupaten Malang tergolong menjanjikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang mencatat, sepanjang 2023 lalu, produksi kopi mencapai 14,26 ribu ton. Sedangkan luas area perkebunan sekitar 20,67 ribu hektare.

Salah satunya kopi Margading di bawah naungan Kelompok Tani Hidup Makmur, Desa Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Kelompok tani tersebut memiliki ciri khas kopi robusta.

“Per musim, kami memasok sekitar delapan sampai 15 ton ke eksportir yang menjadi mitra kami,” ujar Pemilik Kopi Margading Marliadi di sela pameran produk unggulan di Pendapa Agung Kabupaten Malang.

Produk tersebut diekspor ke berbagai negara, seperti Belanda dan Jepang. “Biasanya kami memasok untuk jenis produk green bean,” lanjut Marliadi.

Dalam pameran, Marliadi juga menunjukkan produk green bean tersebut. Yakni biji kopi mentah yang belum disangrai. Biasanya masih berwarna hijau. Produk tersebut diproses dari buah kopi matang yang telah melalui tahap pengeringan dengan teknik tertentu. Tujuannya untuk memaksimalkan kandungan senyawa rasa.

Sementara jika ditotal, produksi kopi di Desa Ampelgading sekitar 300 ton. Namun, kopi Margading tidak mengepul semua produk kopi dari desa. Dari empat pedukuhan, kopi Margading hanya mengepul dari satu pedukuhan. Yakni Arjoyoso. Sedangkan pedukuhan lain menjual produknya ke pengepul masing-masing.

Selain green bean, kopi Margading juga mengolah produk lain. Seperti roast bean premium, roast bean lanang, kopi bubuk premium, dan kopi bubuk lanang. “Kami mengepul hanya dari masyarakat. Untuk menambah nilai tambah, jadi kami mengolah kopinya, supaya tidak dijual mentah,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : Mahmudan
#Ekspor #kopi malang #belanda #Jepang