TUMPANG - Permintaan pisau pemotong daging belakangan meningkat drastis. Setiap hari selalu ada saja yang membeli pisau. Setidaknya, itulah yang dirasakan Suharto, seorang pande besi di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang.
“Setiap orang bisa memesan dua sampai tiga pisau. Waktu pembuatannya tergantung permintaan mereka. Bisa dua hari, satu hari juga kami layani,” ujar Suharto
Pemesanya tidak hanya dari Kabupaten Malang. Tapi juga dari Kota Malang, seperti dari Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing.
Selama ini Suharto hanya membuat pisau sesuai pesanan. Jika sedang ramai seperti mendekati Hari Raya Idul Adha, dia bisa membuat 10 pisau dalam satu hari. Itu untuk pisau ukuran kecil. Yakni panjang 20 sentimeter dan lebar 2 sentimeter.
Untuk membuat pisau tersebut, dia menggunakan laher motor bekas yang dibeli di Kecamatan Turen. Laher yakni elemen yang memfasilitasi gerakan atau putaran antara dua bagian dalam sistem mekanis. Laher tersebut kemudian ditempa menggunakan alat dan diproses sedemikian rupa hingga berbentuk pisau. “Laher memang tajam sekali. Itu terbuat dari besi yang kuat,” kata dia.
Ketika diasah, dia melanjutkan, ketajamannya pun bisa bertahan sampai tiga minggu. Untuk sekali pembuatan sekaligus mengasah pisau, dia membanderol harga Rp 75 ribu untuk pisau kecil. Sedangkan, yang besar bisa mencapai Rp 200 ribu.
Selain pisau, Suharto juga melayani pemesanan sabit dan berbagai alat pertanian. Namun dia tidak menyediakan stok untuk peralatan tersebut. Sebab, semua alat yang dibuat hanya tergantung pesanan. Begitu pun dengan waktu pembuatannya yang juga disesuaikan dengan pesanan. (yun/dan)
Editor : Mahmudan