KEPANJEN – Mulai besok (21/6), akses Gunung Bromo ditutup untuk wisatawan. Rencananya, penutupan berlangsung hingga 24 Juni depan. Penutupan dilakukan karena ada gelaran upacara ritual yadnya kasada. Itu dalam rangka pemulihan ekosistem dan pembersihan kawasan. Hal itu tercantum dalam Surat Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di beberapa daerah. Misalnya PHDI Kabupaten Pasuruan dan PHDI Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Septi Eka Wardhani mengatakan, penutupan pada 21 sampai 22 Juni dalam rangka ritual yadnya kasada. ”Sehingga kawasan Gunung Bromo hanya terbuka bagi masyarakat yang akan mengikuti ritual tersebut,” ujar Septi kemarin. “Sedangkan pada tanggal 23–24 Juni dalam rangka pemulihan ekosistem,” tambahnya.
Penutupan sementara kawasan GUNUNG BROMO tersebut mengundang komentar banyak netizen. Mereka umumnya kecewa karena terpaksa mere-schedule jadwalnya untuk pergi ke Bromo. Untuk wisatawan yang ingin berlibur di Kabupaten Malang masih terdapat destinasi lain yang bisa dikunjungi. Mulai Coban Sewu hingga wisata di pantai selatan. (iza/dan)
Editor : Mahmudan