SUMBERMANJING WETAN – Guna meningkatkan hasil perawatan, nelayan di Pantai Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan tidak hanya mengandalkan strategi. Tapi juga merawat peralatannya, salah satunya jaring pukat cincin.
Pertengahan Juni lalu, 45 nelayan yang juga anak buah kapal (ABK) bekerja sama mengganti benang jaring yang sudah rapuh. Jaring tersebut berukuran panjang sekitar 500 meter, lebar 50 meter, dan kedalaman 50 meter. “Ini rutin kami lakukan setiap satu bulan sekali atau 15 hari sekali,” ujar Adi Sutrisno, 45, salah satu ABK.
Untuk diketahui, pukat cincin adalah perangkap ikan berbentuk jaring dengan kantong penangkapan di bagian ujung. Kemudian bagian atasnya dilengkapi pelampung dan bagian bawahnya diberi pemberat dan beberapa cincin penjepit (purse ring) yang terbuat dari kuningan atau besi.
Penggunaan pukat cincin memang diperbolehkan untuk nelayan yang mengambil ikan di pesisir pantai hingga jarak sekitar 5 mil dari pantai. Untuk jarak tersebut, memang dilarang menggunakan pukat harimau. Sebab, dapat merusak ekosistem laut.
Menurutnya, pukat harimau hanya bisa digunakan jika melaut di perairan lebih dari 30 mil. “Pukat cincin pun bisa menangkap bermacam-macam ikan. Mulai ikan tongkol dan lemuru berukuran mulai 12 sentimeter, hingga Ikan besar seperti cakalang atau baby tuna,” kata nelayan yang sudah melaut sejak 30 tahun lalu itu. Karena itu, ketika benang jaring sudah rapuh, harus segera diganti. Supaya lebih kuat menangkap ikan. Sehingga, hasil yang diperoleh pun sudah maksimal.(yun/dan).
Editor : Mahmudan