TUREN - Sarana dan prasarana produksi perikanan tangkap di Kabupaten Malang masih perlu ditingkatkan lagi. Salah satunya cold storage milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang sudah melebihi kapasitas. Sehingga diperlukan ruang tambahan.
Petugas Pencatatan dan Penghitungan Ikan (Tally) Cold Storage Turen Yogi Satrio menyampaikan, idealnya, ada sekitar 5 ton ikan yang masuk setiap harinya. Jika kapasitas sudah penuh, hanya ada 3 ton ikan yang tertampung. Sedangkan 2 ton lainnya disimpan di tempat lain atau langsung dibawa ke pabrik pengolahan ikan. “Saking penuhnya, ABF (Air Blast Freezer) yang seharusnya untuk pembekuan, kami gunakan untuk penyimpanan,” ujar Yogi kemarin (1/7).
Cold Storage Turen memiliki satu ruang penyimpanan (cool room) berkapasitas 100 ton serta dua ABF berkapasitas 6 ton. Dengan rincian, satu ABF berkapasitas 2 ton dan satunya berkapasitas 4 ton. Karena penuh, Yogi menambahkan, setidaknya di cold storage tersebut membutuhkan tambahan satu ruang cool room baru yang berkapasitas 100 ton. Sehingga kapasitas penyimpanannya bertambah menjadi 200 ton.
Permasalahan tersebut sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Yakni pada 2022 yang produksi ikan tangkapannya mencapai sekitar 17 ribu ton per tahun. Kemudian berlanjut 2023 yang produksi ikan tangkapannya mencapai sekitar 21 ribu ton per tahun. ”Kami sudah coba berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk penganggaran, baik dari APBN maupun DAK (Dana Alokasi Khusus),” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring.
Namun besaran anggaran masih dalam proses perencanaan. Sebab, nantinya cold storage tersebut juga akan digunakan mendukung program makan siang gratis dari presiden terpilih periode 2024-2029.
Selain itu, penangkapan ikan di Malang Selatan juga berbeda-beda setiap musim. Sehingga pembangunan akan disesuaikan dengan kebutuhan. ”Ketika panen ikan sedang tinggi, di situlah fungsi cold storage. Sehingga ke depan, kami juga berupaya mengembangkan pengolahan ikan,” ucap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Salah satunya tempat untuk fillet ikan. Melalui pengolahan ikan, nelayan juga akan mendapatkan nilai tambah dari hasil perikanan mereka. (yun/dan).
Editor : Mahmudan