KEPANJEN – Musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Sejumlah kawasan yang menjadi langganan kekeringan dari tahun ke tahun, ancaman serupa masih mengintai.
Setidaknya ada 20 desa di Kabupaten Malang yang bisa jadi akan dilanda kekeringan. Puluhan desa tersebut tersebar di enam kecamatan. Yakni Singosari, Jabung, Sumbermanjing Wetan, Kalipare, Donomulyo, dan Sumberpucung. ”Paling banyak (yang terancam kekeringan) di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Ada 11 desa,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan beberapa waktu lalu.
Meski ancaman kekeringan masih mengintai, Sadono mengatakan, kekeringan tahun ini tidak akan separah tahun lalu. Sebab musim kemarau tahun lalu disertai fenomena El Nino, sehingga cuacanya semakin kering.
Atas ancaman tersebut, BPBD Kabupaten Malang menetapkan status siaga. ”Terdapat berbagai pertimbangan sampai akhirnya muncul status siaga. Juga berdasar rilis BMKG (badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika), BNPB (badan nasional penanggulangan bencana), serta BPBD Jatim,” kata Sadono. Status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran ini sampai 30 September nanti.
Karena sudah berstatus siaga, dia mengatakan, kini pihaknya sudah melakukan persiapan untuk menanggulangi kekeringan. Baik dari segi sumber daya manusia dan peralatan. Seperti mempersiapkan mobil tangki air serta, tandon, serta pompa air.
Tahun lalu, penyaluran air bersih di enam kecamatan rawan kekeringan cukup banyak. Dalam satu desa, biasanya kebutuhan air bersih sekitar 10-20 ribu liter. Jika ada 20 desa kekeringan, berarti BPBD memasok 400 ribu liter air. Tahun lalu, dia mengatakan, pendistribusian air berlangsung sejak September hingga Desember 2023 lalu. ”Prediksi puncak musim kemarau sendiri bakal berlangsung pada bulan Agustus dan September depan. Tanda-tanda kekeringan juga sudah mulai dirasakan wilayah lain,” kata dia.(iza/dan)
Editor : Mahmudan