Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga Pakis Malang Temukan Bom Sisa Perang 1918

Mahmudan • Selasa, 16 Juli 2024 | 16:10 WIB

BERBAHAYA: Salah seorang personel tim gegana Polda Jatim meletakkan bom di lahan kosong kawasan Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung untuk diledakkan kemarin (15/7).
BERBAHAYA: Salah seorang personel tim gegana Polda Jatim meletakkan bom di lahan kosong kawasan Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung untuk diledakkan kemarin (15/7).
 

 

 

JABUNG – Suara ledakan terdengar keras dari area perkebunan di Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, kemarin (15/7). Suara tersebut dihasilkan dari aktivitas pemusnahan bom oleh tim Gegana Brimob Polda Jatim. Bom peninggalan perang pada 1918 itu ditemukan oleh seorang pencari rongsokan asal Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Minggu lalu (14/7).

Mulanya, Slamet Munajat yang kesehariannya mencari rongsokan itu mencari besi tua di sungai Dusun Krajan, Desa Jabung. Proses pencarian besi menggunakan tongkat pendeteksi logam. Ketika berada di sekitar bom, alatnya berbunyi. Hal itu menandakan ada logam di sekitarnya. ”Begitu berada di dekat sebuah jembatan, alat miliknya bunyi. Lokasinya di dasar aliran sungai,” terang Kapolsek Jabung AKP Suyanto kemarin (15/7).

            Pria berusia 43 tahun itu langsung mendekati objek besi besar tersebut. Setelah diperiksa, dia langsung menyadari bahwa benda yang ditemukannya itu adalah sebuah bom. Khawatir terjadi apa-apa, dia mengadukan temuannya ke Mapolsek Jabung.

Bom yang ditemukan Slamet memiliki panjang 90 sentimeter dan diameter 18 sentimeter. Beratnya 45 kilogram. Pada badan benda berkarat tersebut ditemukan tulisan 1918. Itu menandakan tahun pembuatan. "Kami perkirakan peninggalan zaman perang dulu," ucap Suyanto.

Berdasar tahun pembuatan itu, diduga bom tersebut merupakan peninggalan Belanda. Oleh polisi, lokasi penemuan itu langsung diberi garis polisi agar tidak ada seorang pun yang mendekat.

Kemarin pagi, bom itu dibawa ke Dusun Busu, Desa Slamparejo. Dengan peralatan lengkap, tim gegana membawa ke lahan kosong untuk diledakkan. Sebelum proses peledakan, tim terlebih dahulu melakukan sterilisasi area. Setelah beberapa jam melakukan persiapan, peledakan bom dilakukan sekitar pukul 10.00.

Hampir dua bulan sebelumnya, juga ditemukan senjata perang. Lokasinya di perbuktikan Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Namun saat itu yang ditemukan bukan bom, melainkan sembilan unit mortir. Diduga, mortir tersebut peninggalan siswa perang dunia dua (PD II).

Mantan Kasi Propam Polresta Malang Kota itu mengimbau pada warga agar tidak sembarangan jika mendapati benda yang mudah meledak seperti bom, granat, dan sejenisnya. Dia menyarankan agar langsung menghubungi aparat. "Segera laporkan ke kantor polisi terdekat. Jangan didekati atau bahkan membukanya, karena sangat berbahaya," tandas Suyanto.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
#penemuan bom aktif #bom #malang #gegana