KARANGPLOSO – Tensi politik di Bumi Kanjuruhan mulai menghangat. Di tengah gencarnya para kandidat berburu rekomenendasi partai politik, sosok Lathifah Shohib makin sering disebut sebagai bakal calon wakil bupati (cawabup) yang cocok untuk mendampingi bakal calon bupati (bacabup) yang menunggu rekom dari PDI Perjuangan H Gunawan HS dan calon petahana H M. Sanusi.
Upaya menduetkan Gunawan-Lathifah sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu. Politisi perempuan yang juga cucu pendiri NU KH Bisri Syamsuri itu juga sudah memberi sinyal siap mendampingi Gunawan. Selain itu, Bu Nyai Lathifah juga dianggap pas disandingkan dengan Sanusi, meski keduanya sempat berhadap-hadapan di Pilkada Malang tahun 2020 lalu.
Hal itu dilontaran Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Hikmah Bafaqih yang menyebut duet Sanusi-Lathifah pantas memimpin Bumi Kanjuruhan. Usulan paket kandidat tersebut bakal ditawarkan ke sejumlah partai politik sejak Sabtu (20/7).
Munculnya gerakan menduetkan Sanusi-Lathifah ditanggapi sebagai hal yang wajar oleh Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Abdul Qodir. Hanya saja, mereka yang digadang-gadang tersebut statusnya masih menunggu rekomendasi parpol. Baik Sanusi di PDI Perjuangan maupun Lathifah di PKB itu sendiri.
”Di PDI Perjuangan ada Abah Gunawan dan Abah Sanusi yang masih sama-sama berpeluang mendapatkan rekomendasi. Begitu juga di PKB ada H Kholiq dan Unggul Nugroho yang bersaing dengan Bu Nyai Lathifah untuk mendapatkan rekomendasi. Jadi belum ada yang keluar (rekom) sampai saat ini,” terangnya.
Pria yang akrab disapa Cak Adeng itupun menghormati dengan adanya tawaran menduetkan Sanusi-Lathifah yang dilontarkan Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Hikmah Bafaqih. Apalagi Sanusi merupakan bagian dari kader PDI Perjuangan. "Saking semangatnya Bu Hikmah, beliau sampai lupa kalau ada yang kurang pas dari pernyataannya," tutur Cak Adeng.
Lontaran Hikmah dengan menyisipkan narasi mengajak parpol lain bergabung dengan PKB mengusung Sanusi-Lathifah dinilai ambigu. Karena DPP PKB belum mengeluarkan rekomendasi untuk Pilkada Kabupaten Malang. "Jadi saya kira ini kan sebenarnya hanya dukungan personal, tapi dikesankan seolah dukungan PKB secara kelembagaan," simpulnya.
Ditegaskan Adeng, saat ini PDI Perjuangan masih berproses untuk menentukan siapa yang layak maju pada Pilkada Kabupaten Malang. "Abah Sanusi sampai saat ini masih tercatat sebagai kader PDI Perjuangan yang ber-KTA, sehingga masih terikat dengan mekanisme yang berlaku di PDI Perjuangan,” tambahnya.
Sehingga sikap Bu Hikmah selaku pengurus PKB menawarkan Abah Sanusi dianggap sudah offside. ”Dulu di Pilkada 2020 di-lepeh (tidak direkom PKB), setelah ditempa oleh PDI Perjuangan mau direbut kembali," terangnya lantas tertawa.
Menurut Adeng, menyandingkan Lathifah dari PKB dengan bacabup dari PDIP cukup strategis. "Abah Gunawan juga inten membangun komunikasi dengan Bu Nyai Latifah,” terangnya. Bahkan setelah berkegiatan di Singosari bareng Abah Sanusi, malamnya Bu Nyai Latifah konsolidasi di Hotel Regent bersama Febri anaknya Abah Gun, dan Kang Zia Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Malang. ”Ini artinya Bu Nyai Latifah hari ini sedang mengumpulkan bahan disertasi, jadi kita tunggu saja kesimpulan yang akan dibuat beliau. Biarlah perjodohan ini berjalan alami gak perlu didesak dengan narasi berlebihan,” bebernya.(yun)
Editor : Mahmudan