KEPANJEN - Wacana mengusung pasangan Sanusi-Lathifah Shohib (Salaf) melawan bumbung kosong yang digulirkan Wakil Ketua DPW PKB Jatim Hikmah Bafaqih belum dilirik oleh partai politik (parpol) lain. Golkar misalnya, menilai wacana tersebut sulit diwujudkan, bahkan dianggap sebagai mimpi di siang bolong.
Sebab, petahana H M. Sanusi yang lama berkiprah dan besar di PKB, pada Pilkada 2020 lalu tidak mendapat rekom dari PKB. ”Hanya dengan asumsi PDIP akan merekom Sanusi, lantas PKB ingin mengusung Sanusi bersanding dengan Lathifah yang notabene rivalnya di pilkada lalu?,” tanya Sekretaris DPD II Golkar Kabupaten Malang Ahmad Fauzan kemarin. ”Lantas bagaimana seadanya nanti PDIP tidak merekom Sanusi?,” tambahnya.
Karena itu, Fauzan meminta agar wacana yang masih personal tersebut tidak ditanggapi secara serius. ”Beda misalnya jika PKB menunjukkan rekomnnya lebih dulu,” kata dia.
Senada dengan Golkar, DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang juga enggan menanggapinya secara serius. Partai besutan Prabowo Subianto itu ingin mengamati terlebih dahulu. ”Gerindra akan mempertimbangkan dulu, apakah wacana ini (mengusung Salaf) merupakan keputusan partai atau hanya wacana perorangan yang bisa dilakukan setiap orang, baik di warung kopi atau forum bebas lainnya,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang Chusni Mubarok kemarin.
Dia mengatakan, partainya tidak ingin mengusung sembarangan orang. Melainkan figur yang diyakini bisa menjawab persoalan yang dihadapi Kabupaten Malang. Juga diterima masyarakat kabupaten Malang, sehingga berpotensi unggul dalam Pilkada 2024, November mendatang. ”Yang pasti, kami tidak ingin terburu-buru. Gerindra tetap mengutamakan kader untuk maju di pilkada 2024,” tandasnya.
Sedangkan Partai Nasdem masih fokus mengusung kader internal di Pilkada 2024. ”Kami masih ingin mengusung Mas Dewa (Kresna Dewanata Phrosakh) sebagai calon yang diajukan untuk mendapat rekom DPP Nasdem,” ujar Bendahara DPD Partai Nasdem Kabupaten Malang Amarta Faza.
Disinggung mengenai wacana pasangan Salaf yang digulirkan kader PKB, pihaknya belum diajak berkomunikasi. Prinsipnya, partainya terbuka untuk menjalin komunikasi dengan siapa pun, termasuk PKB. ”Kami siap bersinergi dengan tetap menawarkan kader sendiri sebagai N1 (calon bupati) atau N 2 (calon wakil bupati),” kata dia.(yun/dan)
Editor : Mahmudan