SINGOSARI – Lereng Gunung Arjuno di wilayah Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Sumberawan, Singosari mengalami kebakaran kemarin (23/7). Kobaran api pertama kali diketahui oleh pendaki.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan memaparkan, kebakaran diketahui sekitar pukul 12.08 kemarin.”Info awal di sampaikan oleh pendaki Gunung Arjuno kepada petugas Tahura (Taman Hutan Rakyat),” kata Sadono kemarin.
Pendaki memberitahukan dengan cara mengirimkan video dan foto-foto adanya kebakaran. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan meneruskan ke Perum Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Singosari.
Setelah itu, petugas gabungan diterjunkan untuk memadamkan kobaran api. Petugas tersebut terdiri atas berbagai instansi. Mulai BPBD, polisi hutan RPH Sumberawan, TNI, polisi, petugas Tahura, Agisena Jatim dan relawan dari desa. Mereka melakukan pemadaman secara manual sekitar satu jam. Sekitar pukul 14.45 api berhasil dipadamkan.
Terpisah, Kapolsek Singosari Kompol Masyhur Ade mengungkapkan ada 39 personel yang diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Kebakaran hutan terjadi di petak 117 A HL (Hutan Lindung) dan petak 116 C HL (Hutan Lindung). Tepatnya bukit Pager Watu Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. ”Luas kebakaran kurang lebih 21 hektare,” jelasnya.
Dari data BPBD Kabupaten Malang, diketahui api membakar semak-semak, alang-alang dan tumbuhan perdu. Terkait dengan penyebab kebakaran, pihaknya masih dilakukan pendalaman. “Kami masih upaya mencari keterangan saksi - saksi,” katanya.
Dia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan di daerah wilayah hutan. Sebab, lanjutnya, musim kemarau seperti ini banyak tanaman kering serta mudah terbakar saat terkena api. (iza/dan)
Editor : Mahmudan