KEPANJEN - Warga Kabupaten Malang yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kebanyakan di sektor informal.
Salah satunya asisten rumah tangga (ART).
Namun belakangan mulai meningkat peminat TKI sektor formal, seperti karyawan pabrik atau industri.
Baca Juga: Calon TKI dari Kabupaten Malang Miskin Modal Bahasa Asing
Untuk merespons mulai meningkatnya peminat TKI sektor formal, dinas tenaga kerja (Disnaker) Kabupaten Malang menggelar pelatihan.
Kali ini pelatihan diikut 25 calon TKI atau Pekerja Migran Indonesia (PMI).
”Direncanakan untuk yang akan bekerja ke Jepang,” ujar Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Malang Tri Darmawan kemarin.
Dia mengatakan, jenis pelatihan yang diberikan berupa pelatihan operator alat berat.
Selain itu juga kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang.
“Kerja sama dengan Vokasi UMM (pelatihan bahasa),” ujarnya.
Sedangkan untuk negara tujuan, dia menyebut dua negara.
Yakni Jepang dan Korea.
“Yang dibutuhkan di dua negara tersebut, pekerja formal,” katanya.
Dengan masuk ke sektor formal, dia melanjutkan, TKI bakal mendapatkan keuntungan lebih dibandingkan sektor informal.
Salah satunya dari segi gaji.
Bila di sektor informal gajinya sekitar Rp 9 juta sampai Rp 12 juta, disektor formal bisa mencapai Rp 17 juta - Rp 20 juta per bulan. (iza/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana