KARANGPLOSO - Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Budidaya Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso mendapat peringkat kedua pada sarasehan. Sarasehan itu dalam rangka lomba evaluasi kinerja dan penguatan kelembagaan HIPPA dan gabungan HIPPA (GHIPPA) tingkat Jawa Timur.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Kabupaten Malang Farid Habibah mengatakan, penilaian pada sarasehan tersebut baru 30 persen dari total penilaian. Sisanya 70 persen penilaian dilakukan saat visitasi tim juri dari DPUSDA Provinsi Jatim. Kemarin (20/8), tim juri bersama beberapa pejabat di Pemkab Malang meninjau langsung kinerja HIPPA.
“Kami upayakan, dari visitasi ini hasilnya maksimal. Supaya menjadi wakil utama dari Jatim,” ujar Farid kemarin.
Penilaian tersebut salah satunya aspek pertanian. Dengan demikian, dia berharap, HIPPA Budidaya memberi pengaruh positif kepada HIPPA lainnya. Salah satunya dalam meningkatkan kolaborasi.
HIPPA Budidaya tidak hanya dimanfaatkan untuk pertanian padi. Tapi juga perkebunan jeruk. “Pemanfaatan untuk jeruk ini menjadi hal baru. Semoga bisa meningkatkan penilaian,” ucap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Sedangkan Bupati Malang H M. Sanusi yang turut meninjau mengatakan, Kabupaten Malang memiliki sumber mata air yang melimpah. Sumber air tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Seperti konsumsi, industri, hingga kebutuhan pertanian. “Ini sebagai bentuk kreativitas masyarakat, khususnya petani untuk bisa berkembang,” kata orang nomor satu di Pemkab Malang itu.(yun/dan).
Editor : Mahmudan