Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkab Malang Tekan Pengangguran hingga 4,34 Persen

Mahmudan • Senin, 26 Agustus 2024 | 23:30 WIB

TINGKATKAN SKILL: Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo (tiga dari kanan) memberi pengarahan di hadapan peserta pelatihan digital marketing kemarin (21/8).
TINGKATKAN SKILL: Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo (tiga dari kanan) memberi pengarahan di hadapan peserta pelatihan digital marketing kemarin (21/8).

KEPANJEN - Pemkab Malang terus berupaya menekan jumlah pengangguran.

Tahun depan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ditargetkan turun hingga 4,35 persen.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, proyeksi angkatan kerja pada 2025 mencapai 1.836.414 jiwa.

Sehingga pengangguran pada 2025 depan ditarget diangka 79.884 jiwa.

Baca Juga: Disnaker Kabupaten Malang Alokasikan DBHCHT untuk Tekan Angka Pengangguran

Sementara TPT pada 2023 mencapai 5,7 persen. Dengan jumlah angkatan kerja 1.516.928 jiwa.

Sekitar 86.484 jiwa di antaranya termasuk pengangguran.

Jumlah tersebut lebih rendah dibanding 2022 yang mencapai 6,57 persen.

Dengan jumlah angkatan kerja 1.481.324 jiwa, 97.319 jiwa di antaranya termasuk pengangguran.

“Meski sudah menurun, jumlahnya termasuk masih banyak. Yakni sampai puluhan ribu,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo.

Dia menyebutkan, penurunan angka pengangguran tidak hanya tugas disnaker.

Melainkan seluruh perangkat daerah (PD), baik Pemda hingga Pemerintah Pusat.

Sedangkan dari disnaker, terdapat beberapa program untuk menurunkan pengangguran.

Seperti pelatihan bersertifikat untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas SDM.

“Dengan pelatihan tersebut diharapkan peserta memiliki kemampuan untuk memasuki dunia industri. Sertifikatnya juga bisa melengkapi CV mereka,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Selain itu, dia melanjutkan, pelatihan juga diberikan kepada warga yang ingin berwirausaha.

Seperti pelatihan konten kreator dan digital marketing.

Digitalisasi teknologi mengakibatkan konten kreator dan digital marketing menjadi salah satu pekerjaan yang digemari, sekaligus bisa dianggap menjanjikan.

Sebab, beberapa tahun terakhir ini masyarakat bisa memasarkan produk dan jasanya melalui konten di media sosial (medsos).

Untuk mengoptimalkan medsos, dibutuhkan kemampuan membuat kontenyang dapat meningkatkan minat konsumen.

“Jika tidak ingin berwirausaha, kami ada program bekerja keluar negeri. Ini sebagai pilihan warga,” ucap Yoyok.

Baca Juga: Tekan Pengangguran, Pemkot Malang Rutin Buka Job Fair

Menurut data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), terdapat 7.477 orang yang telah ditempatkan.

Mereka mayoritas bekerja di Taiwan dan Hongkong sebagai pekerja informal.

Kemudian tahun ini disnaker bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk persiapan PMI di sektor formal. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#disnaker #Pemkab Malang #Pengangguran