KEPANJEN - Sel penampung sampah yang sudah penuh, bisa dimanfaatkan untuk penghijauan. Salah satunya di TPA Talangagung, Kecamatan Kepanjen. Di sana ada 11 sel pasif yang digunakan untuk buffer zone atau sabuk hijau.
Plt Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Dedik Tri Basuki mengatakan , ada dua zona di area TPA Talangagung yang dijadikan sel pasif. Yakni zona 1 dan 2. ”Untuk zona 1 ada tiga sel. Sedangkan zona 2 sekitar delapan sel,” ujar Basuki kemarin.
Dia mengatakan, pembentukan sel pasif yang pertama sudah lama. Yakni pada periode 1992-1996. Sebelum difungsikan menjadi sel pasif, dia mengatakan, sel tersebut awalnya aktif. Pada proses pembuatannya terlebih dahulu mereka membuat area merupai kolam. Luasnya bervariasi. Mulai 50x50 meter sampai 35×35 meter. Kemudian diberi lapisan paling dasar. Di pasang juga pipa-pipa yang digunakan untuk menampung bio gas.
Lalu tempat itu digunakan untuk menampung sampah yang sudah disortir. Setelah tumpukan sampah mencapai ketinggian 10-15 meter, dilakukan penimbunan dengan tanah. “Di tutup tanah ketebalan minimal 50 cm,” katanya.
Cepat atau lambatnya perubahan sel aktif menjadi pasif bergantung pada volume sampah. Sejauh ini, perkiraan satu sel bisa sampai penuh sekitar dua tahunan. Setelah itu baru dilakukan penanaman untuk penghijauan.
Terdapat berbagai jenis tanaman yang bisa ditanam di TPA Talangagung. Di antaranya pohon Trembesi dan Randu. Beberapa pohon juga difungsikan sebagai tempat hinggap lalat sehingga mencegah persebaran lalat ke rumah warga. (iza/dan)
Editor : Mahmudan