Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Disnaker Kabupaten Malang Minta Perusahaan Akomodasi Karyawan Disabilitas

Mahmudan • Kamis, 12 September 2024 | 11:55 WIB

LIBATKAN PENGUSAHA: Bupati Malang H M. Sanusi (tengah) bersama Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo (dua dari kiri) dan anggota Forum Komunikasi Ketenagakerjaan kemarin.
LIBATKAN PENGUSAHA: Bupati Malang H M. Sanusi (tengah) bersama Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo (dua dari kiri) dan anggota Forum Komunikasi Ketenagakerjaan kemarin.
 

 

 KEPANJEN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang mendorong perusahaan mengakomodasi penyandang disabilitas. Dari 1.400 perusahaan di Bumi Kanjuruhan, sekitar 49 perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas. Dengan demikian, masih ada seribu lebih perusahaan yang belum merekrut karyawan disabilitas.

”Mendorong perusahaan menerima tenaga kerja disabilitas itu bukan sesuatu yang gampang,” ujar Kepala Disnaker Kabupaten Malang Drs Yoyok Wardoyo MM di sela acara rencana penyusunan tenaga kerja makro di Grand Miami Hotel, Kepanjen.

Yoyok mengatakan, pihaknya tidak sekadar mendorong perusahaan untuk merekrut karyawan disabilitas. Tapi juga memberi contoh. Saat ini, Disnaker Kabupaten Malang juga mempunyai pegawai penyandang disabilitas.

Sementara Bupati Malang HM Sanusi yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi langkah disnaker. Menurut dia, kegiatan tersebut sangat penting dan strategis, mengingat tantangan di bidang ketenagakerjaan yang semakin kompleks. “Karena itu, peran Forum Komunikasi Ketenagakerjaan sebagai wadah dialog antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja menjadi sangat vital dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dengan kesejahteraan pekerja,” kata Sanusi.

Sanusi yakin akomodasi perusahaan terhadap karyawan disabilitas bisa mengurangi angka pengangguran. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang tahun 2023, jumlah angkatan kerja sebesar 1,52 juta orang. Namun dari jumlah tersebut, 5,70 persen atau 86.484 orang masih menganggur. ”Memang relatif menurun jika dibandingkan pada 2022 yang mencapai 6,57 persen atau 97.319 orang,” kata Sanusi.

Menurut Sanusi, upaya menekan angka pengangguran membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Melalui forum tersebut, dia berharap akan terjalin kolaborasi yang melahirkan kebijakan serta strategi andal dalam membangun iklim ketenagakerjaan yang harmonis.(iza/dan)

Editor : Mahmudan
#disnaker #disabilitas #Perusahaan di Malang