Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jumlah Tersangka Pesilat yang Tewaskan Remaja di Karangploso Malang Bisa Bertambah

Bayu Mulya Putra • Selasa, 17 September 2024 | 02:00 WIB

PERJELAS KRONOLOGI: Para tersangka pengeroyokan terhadap Alfin Syafiq Ananta, 17, pelajar SMK PGRI  3 Malang memperagakan 77 adegan di Lapangan Tembak Mapolres Malang, kemarin.
PERJELAS KRONOLOGI: Para tersangka pengeroyokan terhadap Alfin Syafiq Ananta, 17, pelajar SMK PGRI 3 Malang memperagakan 77 adegan di Lapangan Tembak Mapolres Malang, kemarin.

Ada Dua Orang yang Merekam Aksi Penganiayaan

KABUPATEN - Ada beberapa fakta baru di balik kasus pengeroyokan yang dilakukan oknum pesilat di Kecamatan Karangploso.

Selain 10 tersangka yang sudah diamankan, ada 10 orang lainnya yang berada di dua lokasi pengeroyokan.

Semua masih berstatus sebagai saksi, dan belum terbukti ikut melakukan penganiayaan.

Dari 10 orang itu, delapan di antaranya ikut dalam latihan bersama. 

Sementara dua orang lainnya bertugas merekam latihan.

Termasuk merekam proses pengeroyokan terhadap Alfin Syafiq Ananta, 17, pelajar SMK PGRI 3 Malang yang dinyatakan meninggal dunia Kamis lalu (12/9).

”Keterlibatan saksi-saksi itu perlu didalami lagi,” kata Kanit IV Satreskrim Polres Malang Ipda Transtoto Argo Kuncoro.

Dia memastikan bila delapan orang saksi sudah diperiksa.

Sementara dua saksi yang bertugas merekam pengeroyokan bakal diperiksa.

Beranjak dari kabar tersebut, kemungkinan bertambahnya tersangka masih ada.

Selain pemeriksaan saksi-saksi, kemarin (14/9) polisi juga menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan tersebut.

Total ada 77 adegan yang diperagakan 10 tersangka di lapangan tembak Mapolres Malang.

Seperti diberitakan, dari 10 tersangka yang telah diamankan, empat di antaranya masuk kategori dewasa.

Mereka adalah Achmat Ragil, 19, Ahmat Erfendi, 20, Muhammad Andika Yudhistira, 19.

Ketiganya merupakan warga Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso.

Selanjutnya ada Iman Cahyo Saputro, 25, warga Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Enam tersangka lainnya masuk kategori di bawah umur.

Yakni MAS,17; RAF,17;- VM,16;PIH,15;RH,15; dan RFP,17.

Rekonstruksi dimulai pukul 10.00.

Pada sesi pertama, ada 46 adegan yang diperagakan.

Itu menggambarkan pengeroyokan pertama yang dilakukan di sekitar Jalan Sumbernyolo, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso yang dilakukan pada 4 September lalu.

Pada pengeroyokan pertama itu, ada empat orang dewasa dan dua pelaku anak yang terlibat.

Pengeroyokan kedua dilakukan 6 September lalu.

TKP kedua di Dusun Kedawung, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso.

Tujuh orang terlibat pengeroyokan dengan kedok latihan bersama tersebut.

Total ada 31 adegan yang diperagakan.

Dalam salah satu adegan, tampak PIH menendang bagian perut korban.

Itu membuat Alfin tak sadarkan diri.

Dengan diawali jatuh ke tanah dan mulut mengeluarkan suara seperti dengkuran saat bernapas.

Sejatinya, ada sesi ketiga rekonstruksi.

Tepatnya saat tujuh orang membawa korban ke RS Prasetya Husada.

Namun adegannya tidak diperagakan.

Ipda Transtoto menjelaskan, dalam rekonstruksi tersebut ada dua adegan yang ditengarai fatal pada korban.

Yakni adegan nomor 16 dan 30 di TKP kedua.

”Keduanya sama-sama pelaku berinisial PIH yang menendang korban. Mengenai atas perutnya,” ucap dia.

Diketahui, area yang ditendang merupakan bagian di bawah paru-paru korban. (biy/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#karangploso #tersangka #malang #Bertambah #pesilat