Polisi Siaga di Lima Titik Pantau
SINGOSARI - Puncak arus balik libur panjang kemarin (16/9), arus lalu lintas (lalin) Malang Raya lancar.
Di exit tol Singosari misalnya, kendaraan bisa melaju dengan lancar.
Padahal area tersebut merupakan akses utama wisatawan yang masuk Malang raya.
Pantauan wartawan koran ini, polisi siaga di lima titik pantau.
”Simpang empat Karanglo, Kepuharjo, dan tiga simpang tiga. Yakni masjid kembar, Griya Permata Alam, dan Polsek Karangploso,” ujar Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang Ipda Andi Agung kemarin (16/9).
Polisi menyiagakan setidaknya 3 sampai 6 personel di setiap titik.
Mereka mengatur arus lalu lintas. Personel terbanyak ditempatkan di Kepuharjo, yakni enam petugas.
Sisanya 3 sampai 4 orang per titik. Sampai pukul 11.20, kepadatan arus lalin berada di dua titik.
Yakni di Kepuharjo dan Masjid Kembar.
”Yang ke barat dari Karanglo (menuju Kota Batu) ramai lancar. Yang dari Batu arah gerbang tol Singosari masih normal, di dua titik itu ramai lancar,” imbuh dia.
Dalam pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan dari pukul 13.00 sampai 14.00 di simpang empat dan gerbang tol Karanglo, ada kepadatan arus lalin.
Baik dari arah Kota Malang maupun Kota Batu.
Begitu juga di tol Singosari.
Terpantau setiap satu menit, lebih dari 20 ribu kendaraan yang keluar Malang Raya.
Baru pada pukul 16.00 ada kepadatan dari arah Batu menuju ke Karanglo.
Untuk mengurai kepadatan, polisi menerapkan sistem arus prioritas.
Yakni dengan memanjangkan durasi lampu nyala hijau untuk kendaraan dari arah Batu menuju tol Singosari.
”Secara keseluruhan, kepadatan arus lalu lintas terlihat dari siang sampai sore hari. Itu karena bertepatan dengan jam check out hotel,” kata Agung.
Sehari sebelumnya, Minggu (15/9), sekitar 19.840 kendaraan masuk ke tol Singosari.
Angka tersebut meningkat dari hari sebelumnya yang hanya 16.115 kendaraan.
Sedangkan untuk yang keluar dari tol, tercatat 20.270 kendaraan.
Berbeda dengan hari sebelumnya ada 21.226 kendaraan.
Semuanya didominasi kendaraan roda empat golongan 1. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana