PAKISAJI - Proyek pembangunan jembatan Sutojayan di Pakisaji terhambat.
Itu karena bekisting (penyangga cor beton) hanyut terseret derasnya air.
Praktis, pembangunan tidak bisa dilanjutkan.
Guna mengantisipasi hilangnya bekisting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berencana memasang ulang.
Namun ukurannya akan ditinggikan sekitar satu meter, sehingga tidak gampang terseret arus sungai jika sewaktu-waktu air meluap akibat guyuran hujan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma menjelaskan, karena yang hanyut ialah bekisting maka jenis bahannya di dominasi berupa triplek dan kayu-kayu.
Dia menjelaskan, pekerjaan penggantian jembatan ini berawal dari aspirasi masyarakat.
“Karena jembatan sudah terlalu tua dan konstruksinya mulai mengkhawatirkan,” terang pria yang akrab disapa Oong itu.
Dia mengatakan, penggantian jembatan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang infrastruktur dan meningkatkan konektivitas antar wilayah.
Jembatan yang awalnya lebar empat meter menjadi 5,5 meter.
Kemudian panjang bentang dari sebelumnya 5,5 meter menjadi 10 meter.
Serta jarak antara fondasi (abutment) adalah 8 meter.
Tujuannya agar aliran sungai menjadi lebih lancar.
Proyek tersebut dibangun menggunakan dana Rp 456 juta.
Sumber pendanaannya dari APBD Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Peningkatan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari mengungkapkan, hanyutnya bekisting akibat luapan air sungai tidak pernah diperhitungkan.
”Tiba-tiba cuaca ekstrem. Curah hujan sangat tinggi ditambah sampah, sehingga menerjang perancah dan bekisting yang baru saja dipasang,” kata dia.
Dia mengatakan, pekerjaan tersebut masih dalam masa pelaksanaan, sehingga masih menjadi tanggung jawab dari penyedia.
”Dalam waktu dekat akan dilaksanakan pemasangan kembali,” jelasnya.
Di lokasi, ketinggian air tak sampai 50 centimeter, namun ketika ada hujan lebat bisa sampai meluap ke jalanan.
Dia mengungkapkan, selama sedimen di area sungai irigasi dari hulu di kota Malang sampai Sutojayan belum dilaksanakan normalisasi, ada potensi air meluap lagi.
”Sehingga dari hasil evaluasi untuk bekisting bakal ditinggikan lagi,” kata dia. (iza/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana