Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kabupaten Malang Kurang Ribuan Guru ASN, Satu Pendidik Mengajar di Beberapa Kelas

Mahmudan • Senin, 14 Oktober 2024 | 00:25 WIB
FARIZZA/RADAR KANJURUHAN
FARIZZA/RADAR KANJURUHAN

KEPANJEN - Kabupaten Malang kekurangan ribuan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Idealnya ada 10.176 guru.

Namun data Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang mengungkap hanya ada 8.569 guru ASN, mulai jenjang SD sampai SMP.

Dengan demikian, masih kurang 1.607 guru (selengkap nya baca grafis).

Kepala Disdik Kabupaten Malang Suwadji mengatakan, kekurangan guru terjadi karena setiap tahun ada yang pensiun.

Sementara rekrutmen guru baru jumlahnya terbatas, sehingga kekurangan guru. Terutama di SD negeri.

”Di beberapa SD hanya tersisa dua sampai tiga guru ASN,” ujar Suwadji.

Padahal, dia melanjutkan, idealnya ada tujuh guru ASN di setiap SD.

Untuk memenuhi kekurangan guru, sementara ini pihaknya mengandalkan peran tenaga honorer.

”Saat ini kami menunggu proses pengisian guru ASN melalui mekanisme rekrutmen tenaga PPPK 2024. Sementara kekurangan guru diisi oleh tenaga Guru Tidak Tetap (GTT) atau non-ASN,” ucap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Dia juga menyebutkan, dari rekrutmen 2023 pelantikan 2024, pihaknya memperoleh tambahan 1.745 guru ASN.

Sehingga kekurangan guru ASN pada 2024 ini menjadi 1.607 guru.

Dengan rincian, 800 guru kelas SD, 70 guru agama SD, 46 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kebugaran (PJOK) SD, serta 691 guru mata pelajaran jenjang SMP.

Kurangnya guru tersebut dapat mengakibatkan perbandingan antara guru dan siswa yang tidak seimbang.

Jika satu guru bertanggung jawab terhadap banyak siswa, perhatian yang diberikan kepada siswa akan terbatas.

Selain itu, dia mengatakan, juga berpotensi mengakibatkan keterlambatan dalam proses pembelajaran.

Jika tidak ada guru yang memberikan pelajaran atau umpan balik, maka siswa kemungkinan tidak mampu melanjutkan materi tepat waktu. Sehingga akan menghambat kemajuan akademik siswa.

“Kekurangan guru juga dapat mengakibatkan menurunnya kualitas pembelajaran,” terang Suwadji.

Guru yang kelelahan atau terbebani dengan jumlah siswa yang banyak dimungkinkan tidak mampu memberikan pengajaran secara maksimal.

Kualitas penjelasan, pemahaman materi, dan metode pengajaran dapat terpengaruh.

Kemudian beban kerja guru juga menjadi berlebihan.

Sebab, guru yang tersedia harus mengambil tanggung jawab ekstra atau mengajar di beberapa kelas sekaligus.

Hal ini bisa meningkatkan beban kerja guru secara berlebihan, mengurangi waktu dan energi yang dapat mereka dedikasikan untuk perencanaan pengajaran, penilaian, dan pengembangan diri. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kabupaten Malang #Dinas Pendidikan #SD #guru asn #SMP