Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rumah tanpa Atap Warga Sengguruh Kepanjen Malang Diperbaiki secara Gotong Royong

Fathoni Prakarsa Nanda • Senin, 21 Oktober 2024 | 18:39 WIB
MULAI DIBAGUN: Material berupa pasir, batu bata, kayu, genteng, dan semen sudah tiba di rumah Bambang Sutrisno  kemarin (20/10).
MULAI DIBAGUN: Material berupa pasir, batu bata, kayu, genteng, dan semen sudah tiba di rumah Bambang Sutrisno kemarin (20/10).

KABUPATEN Kisah Bambang Sutrisno, warga Jalan Padepokan, RT 16/RW 2, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen benar benar menuai simpati warga.

Sebab, laki laki berusia 50 tahun itu tinggal di rumah tanpa atap selama lebih dari enam bulan.

Kemarin (20/10), warga sekitar bersama perangkat desa bergotong royong memperbaiki rumah tersebut.

Sejak pukul 07.00 pagi, sekitar 30 orang yang terdiri dari warga sekitar dan petugas linmas bahu membahu membantu Bambang memperbaiki rumah.

Ada yang mengaduk semen, menurunkan seribu genteng dari truk yang baru datang, sisanya membantu Bambang meninggikan tembok rumahnya setinggi 10 sentimeter dengan batu bata.

Seusai ditinggikan, hari ini mereka berencana memasang kerangka atap.

“Tadi tahap awal masih membersihkan tembok untuk dipelur dan memasang tembok tambahan untuk atap,” ujar Bambang saat ditemui di kediamannya.

Dia menjelaskan, seluruh bahan material dan tukang dibiayai oleh desa.

Kecuali 10 sak semen yang dia peroleh dari Kapolsek Kepanjen dalam kunjungan sebelumnya.

Sembari menyelesaikan pekerjaannya, Bambang mengaku lega lantaran rumah yang rusak parah bisa kembali dibangun.

Apalagi atap yang terbuat dari terpal akan segera diganti genteng.

Setelah ini dia tidak perlu khawatir lagi kalau hujan turun dengan deras.

Sebenarnya rumah itu sudah berkali kali hendak diajukan untuk mendapat bantuan pembangunan.

Namun, Bambang terkendala masalah administrasi karena dia beserta keluarganya masih berada di Banjarmasin.

Padahal pengajuan bantuan harus atas persetujuan pemilik rumah yang ditandai tanda tangan yang bersangkutan.

Awal tahun ini, Bambang dihubungi pamong desa untuk pulang agar bisa mengurus rumahnya yang sudah rusak parah.

Tidak disangka, rumah itu sudah ambruk atapnya.

Agus Rubai, salah satu penanggung jawab pembangunan rumah Bambang, mengatakan rumah itu ambruk karena hujan deras pada Januari 2024.

“Tahun 2021 kan sempat ada gempa, mungkin dari situ bangunan mulai geser. Kena hujan deras Januari lalu langsung ambruk,” ujar Agus.

Karena itu, dia menghubungi Bambang agar segera pulang untuk mengurus rumahnya.

Agus bersama perangkat desa sudah mengajukan bantuan untuk rumah Bambang melalui Bantuan Amil Zakat Nasional (Bazanas).

Bahkan sudah disertakan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).

Namun karena pengajuannya awal tahun, kata Agus, Bazanas menjanjikan realisasi bantuan baru bisa di akhir tahun.

Masalah muncul karena saat ini sudah memasuki musim hujan.

Bambang tidak mungkin terus terusan bertahan di bawah atap terpal.

Oleh sebab itu, pihak desa memutuskan menggunakan dana desa untuk membantu Bambang, sembari menunggu bantuan Bazanas turun.

Hal itu juga diungkap Kepala Dusun Sengguruh Iswandi.

Saat ini pihak desa bertanggungjawab sepenuhnya atas pembangunan rumah Bambang.

“Akan kami pantau terus dan laporkan secara berkala. Mulai progress 0 persen, 25 persen, 50 persen, 75 persen, hingga 100 persen,” ucap Iswandi. (aff/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#KEPANJEN #Sengguruh #rumah tanpa atap #gotong royong #Kabupaten Malang