SUMBERPUCUNG - Hampir sebulan pencarian tak membuahkan hasil, jenazah AT, 79, akhirnya ditemukan kemarin (21/10).
Jasad lansia asal Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen ditemukan mengambang di Bendungan Sutami, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung.
Kondisinya sudah hampir membusuk.
Kapolsek Sumberpucung Iptu Andri Alek Wijaya mengatakan, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 07.00.
Lokasi penemuannya di Dusun Jatimulyo RT 02 RW 07 Desa Jatiguwi, yang dikenal warga sebagai Kebon Klopo.
”Kala itu ada nelayan yang mencari ikan di sana. Kemudian melihat sesuatu yang mencurigakan tersangkut di antara tumpukan sampah,” terang dia.
Begitu didekati, benar bahwa sesuatu tersebut adalah jenazah.
Kala itu korban mengapung dengan posisi tengkurap.
Karena tidak berani memastikan sendiri, pamong desa melapor ke Polsek Sumberpucung.
Setelah diangkat ke tepi waduk, baru terlihat ciri-ciri jenazah dengan jelas.
Kulitnya pucat dan celana panjang hitamnya sudah terkoyak.
Pun juga kaus hijau yang di kenakan korban.
Andri menyebut bahwa jasad yang di temukan sudah menunjukkan tanda tanda pembusukan.
”Kalau bisa dibilang kondisinya sudah 80 persen membusuk. Wajah nya sudah sulit untuk dikenali,” sebut dia.
Polisi langsung membawa jenazah korban ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD Kanjuruhan untuk kepentingan identifikasi dan visum et repertum (VER).
Meski wajahnya tidak dikenali dan tidak ditemukan identitas di badan korban, tapi teridentifikasi melalui sidik jari.
”Jelas itu merupakan korban laka air di Sukoraharjo, Kepanjen,” imbuh Andri.
Seperti diketahui, AT dilaporkan hilang setelah hanyut pada Selasa lalu (24/9).
Kala itu, korban sedang membersihkan sampah di sungai.
Tapi karena debit sungai tiba-tiba meninggi akibat hujan dan kiriman air dari Kota Malang membuat lansia itu terbawa arus.
Pencarian yang melibatkan Basarnas berakhir tanpa hasil.
Namun akhirnya jenazah AT berhasil ditemukan. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana