KABUPATEN – Total ada sembilan kios yang terbakar di Pasar Baru Dampit, dini hari kemarin (6/11) sekitar pukul 01.00.
Salah satu yang terdampak cukup parah yakni toko elektronik.
Berdasar pantauan wartawan Jawa Pos Radar Malang di lokasi, para pedagang yang kiosnya dekat dengan sumber api langsung menyelamatkan barang-barang dagangannya.
Itu cukup mengurangi dampak kebakaran.
Komandan Peleton (Danton) Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Syaiful Anwar mengatakan, pihaknya menerjunkan empat mobil pemadam kebakaran.
Untuk personel ada 20 orang.
Dibantu relawan, perangkat kecamatan setempat, kepolisian, koramil, pihak UPT Pasar Dampit, serta warga setempat.
Menurut Syaiful, pihaknya menerima laporan pada pukul 01.25.
Setelah itu pihaknya melakukan koordinasi dan menuju lokasi.
”Saat tiba di lokasi, api akan merembet ke bagian lain. Namun bisa kami lokalisir,” terang dia.
Kios yang terdampak terdiri dari tiga toko elektronik milik Ivan, satu toko sandal dan sepatu milik Suherman, serta lapak dagangan mainan dan petasan milik Srimunah.
Ada juga lapak warung nasi milik Ida, lapak pertanian milik Cholik, lapak servis kunci milik Pak Man, serta lapak topi milik Nur.
Karena bagian yang terdampak cukup banyak, pemadaman berlangsung lama.
Hingga pukul 04.30, api masih terlihat.
Terutama di dalam toko elektronik. ”Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 06.00,” tambahnya.
Kapolsek Dampit Iptu Ahmad Taufik Syafiudin menambahkan, percikan api diduga berasal dari warung nasi milik Ida.
Mengetahui ada percikan api, satpam pasar yang bernama Salbi, 50, langsung meminta tolong Mujiono yang merupakan pemilik warung kopi di depan pasar.
Saat itu, Salbi langsung berniat mengambil air dari warung untuk memadamkan api.
Kemudian, Salbi, Mujiono, dan satu pria yang belum diketahui identitasnya langsung berupaya memadamkan api menggunakan selang.
”Tapi api sudah telanjur menyebar ke beberapa bagian,” imbuh Taufik.
Pasca kebakaran, polisi langsung memasang police line.
Para pedagang untuk sementara waktu tidak diperbolehkan masuk sampai penyelidikan selesai.
”Untuk saat ini kami masih belum mengetahui penyebab dan jumlah kerugian. Kami masih mendalami,” kata lelaki yang pernah bertugas sebagai Kasi Humas Polres Malang tersebut.
Kemarin pagi (6/11), polisi langsung melakukan olah TKP bersama Tim Inafis Polres Malang.
Namun hingga berita ini ditulis, belum ada titik terang terkait penyebab kebakaran disana.
”Sekarang masih tahapan penyelidikan penyebab kebakaran dulu, baru dipikirkan yang lain,” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Malang Muhammad Nur Fuad Fauzi.
Disinggung terkait opsi relokasi pedagang, pihaknya belum bisa memutuskan.
Fuad mengaku bakal menunggu hasil pendalaman dari Laboratorium Forensik (Labfor) terlebih dahulu.
Di sisi lain, beberapa warga sekitar dan pemilik toko tampak menerobos masuk garis polisi pada siang harinya.
Sebab mereka ingin memeriksa dan mencari sisa-sisa dagangan yang masih bisa diselamatkan.
Dengan harapan bisa dipakai atau dijual kembali.
Seperti dilakukan Kholiq, pemilik toko arit yang bangunannya ikut terbakar.
Dirinya mengumpulkan sisa besi dagangannya dengan harapan bisa dibentuk kembali.
”Saya kumpulkan sampai lima karung lebih,” ujar Kholiq.
Dia belum bisa memastikan berapa kerugian yang dialaminya.
Di sela-sela mereka mencari sisa-sisa barang yang bisa diselamatkan, salah satu sudut bangunan kembali mengeluarkan titik api.
Warga pun bergegas mengambil air untuk memadamkan titik api yang baru muncul itu.
Kemarin siang, cuaca di Kecamatan Dampit memang cukup panas. (mel/aff/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana