KEPANJEN - Meski proyek revitalisasi Stadion Kanjuruhan ditarget rampung Desember, namun serah terima gedung dipastikan dilakukan tahun depan.
Harapannya sebelum gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.
Sebab, Malang raya menjadi tuan rumah dan stadion merupakan salah satu fasilitas olahraga yang akan dimanfaatkan.
Dalam pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan Jumat lalu (15/11) pembangunan di fisik stadion tinggal penyelesaian finnishing.
Tiang scaffolding yang menyangga atap tribun VIP juga sudah terpasang.
Sementara pemasangan panel logam di luar atap tribun sudah selesai, sedangkan yang di dalam masih berlangsung.
Di luar fisik stadion, progres yang paling terlihat adalah pemasangan pagar perimeter.
Pagar besi tersebut sudah hampir memutar.
Hanya saja di tribun timur masih ada yang belum terpasang.
Pembangunan lain adalah monumen tragedi kanjuruhan.
Seperti diketahui, monumen tersebut akan berbentuk tiga pilar pipih dikelilingi kolam dan terdapat surai berbentuk singa.
Di area tersebut juga akan dipampang nama-nama korban tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 lalu.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang mengungkap, progresnya sudah mencapai 92 persen.
”Itu secara keseluruhan stadion. Termasuk museum atau gate 13-nya,” terang Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dispora Kabupaten Malang Lusiani Ferelia.
Stadion yang dibangun dengan anggaran Rp 313 miliar tersebut ditargetkan rampung pada 26 Desember depan.
Namun pihaknya optimistis PT Waskita selalu kontraktor mampu merampungkan lebih cepat.
Setelah proyek rampung, tahap selanjutnya adalah penyerahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke Pemkab Malang.
Dia mengatakan, penyerahan baru bisa dilakukan tahun depan.
”Kami berharap sebelum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sudah diserahterimakan,” harap dia.
Porprov IX tersebut bakal digelar antara Juni atau Juli 2025.
Stadion Kanjuruhan akan menjadi venue cabang olahraga (Cabor) Sepak Bola dan Atletik.
Ketika disinggung soal museum, Lusiani mengatakan, pembangunan fisik sudah rampung.
Tinggal menanti monumennya.
Terkait pengelolaannya, pihaknya mengatakan hal itu masih akan dimatangkan lagi setelah serah terima.
”Setelah serah terima ke Pemkab baru kami bisa berbicara (soal pengelolaan),” ujar dia. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana