KEPANJEN – Peluang Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Malang nomor urut 1 H M. Sanusi-Lathifah Shohib (SaLaf) memenangkan Pilkada 2024 semakin terbuka lebar.
Kepemimpinan Sanusi dalam periode sebelumnya membuat masyarakat puas.
Hal itu terlihat dari hasil survei Semart Politica.
Direktur Semart Politica Gery Muhammad Iqbal menyampaikan, berdasarkan hasil survei, terdapat 78,8 persen responden yang puas dengan kinerja petahana.
Rinciannya 9,3 persen menyatakan sangat puas dan 67,5 persen menyatakan cukup puas.
“Pada Pilkada, tingkat kepuasan di atas 60 persen itu biasanya kemungkinannya sangat besar untuk dapat menjabat lagi,” ujarnya Kamis (21/11) lalu.
Sementara sisanya 18,2 persen menyatakan kurang puas dan 1,6 persen menyatakan tidak puas sama sekali.
Lalu 3,4 persen menyatakan tidak tahu atau tidak jawab.
Kepuasan kinerja tersebut juga ditunjukkan dengan tingginya responden menganggap kinerja incumbent berhasil, yakni 64,7 persen.
Dengan rincian, 60,2 persen responden menganggap kinerja Sanusi cukup berhasil dan 4,5 persen menganggap kinerjanya sangat berhasil.
Dan 22 persen menganggap kinerjanya kurang berhasil dan 1,8 persen menganggap kinerjanya tidak berhasil, serta 11,5 persen tidak jawab atau tidak tahu.
Tingginya persentase tersebut seiring dengan tinggi nya responden menginginkan petahana menjabat bupati Malang lagi.
Yakni 65,5 persen.
Sedangkan 18,9 persen tidak menginginkan dan 15,6 persen tidak tahu atau tidak jawab.
“Hukum tidak tertulis pada pilkada, kalau tingkat menginginkan lebih dari 60 persen, kemungkinan terpilih lagi semakin besar,” kata alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) itu.
Salah satu alasan tinggi keinginan incumbent menjabat yakni ketepatan janji politik.
Menurut hasil survei, 66,1 responden menganggap incumbent mampu menepati janji politik.
Dengan rincian 7,0 persen menganggap sangat menepati janji politik dan 59,1 persen menganggap incumbent cukup menepati janji politik.
Sementara 18,9 persen menganggapnya kurang menepati dan 2,5 persen menganggapnya tidak menepati janji politiknya.
Sedangkan 12,5 persen tidak tahu atau tidak jawab.
Seperti diberitakan, survei tersebut dilakukan menggunakan metodologi multistage random sampling atau pengambilan sampel secara acak.
Dalam survei itu, pihaknya melakukan wawancara tatap muka dengan instrumen berupa kuesioner.
Kuesioner itu dibagikan kepada 440 responden yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Malang. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana