Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bencana Gempur Malang Selatan, 17 Titik Terendam Banjir, Empat Jembatan Ambrol

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 30 November 2024 | 16:54 WIB
DIAMANKAN WARGA: Separo Jalan Raya Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang ambrol setelah volume air sungai naik sejak Kamis (28/11).
DIAMANKAN WARGA: Separo Jalan Raya Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang ambrol setelah volume air sungai naik sejak Kamis (28/11).

KABUPATEN - Sejak Kamis (28/11) hingga kemarin (29/11), laporan bencana di Kabupaten Malang terus bertambah.

Dari pendataan BPBD, tercatat ada 17 titik banjir di lima kecamatan, termasuk di Malang selatan dan empat jembatan ambrol.

”Di satu desa atau dusun, titik banjirnya bisa lebih dari satu,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Ichwanul Muslimin.

Tercatat, banjir paling parah terjadi di Kampung Raas, Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Air dilaporkan menggenangi ratusan rumah warga.

”Ada 111 rumah di tiga RT yang terendam,” imbuh Ichwan.

Pada sore hari, banjir di Kampung Raas sudah setinggi leher orang dewasa.

”Sudah ada 50 KK yang mengungsi ke tempat kerabat dekat yang tidak tergenang air,” tambahnya.

Dari 17 titik banjir yang tercatat BPBD, 11 di antaranya termasuk banjir besar.

Sedangkan enam lainnya merupakan titik banjir dari luapan sungai.

Ichwan menyebut bila daerah yang terendam banjir sudah menjadi langganan tahunan.

Seperti banjir di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Juga banjir di Kecamatan Donomulyo.

Menurutnya, banjir di lokasi tersebut disebabkan kondisi topografi wilayah yang berbentuk cekung.

”Warga sana sudah pernah kami beri opsi pindah, tapi tidak ada yang bersedia,” lanjut Ichwan.

Akhirnya opsi terbaik yang diambil yakni membangun desa tangguh bencana (destana).

Bisa dikatakan, penduduk di sana sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk banjir tahunan.

Selain banjir, BPBD juga mencatat ada empat jembatan yang ambrol.

Ketiganya berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Bantur, dan Donomulyo.

Juga ada tiga titik tanah longsor di Kecamatan Pagak, Bantur, dan Gedangan.

Berdasar pengamatan wartawan koran ini di Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare, tampak ujung jembatan ambrol.

Semua berasal dari hujan lebat dalam dua hari terakhir.

Itu membuat volume air di sungai meningkat.

Baca Juga: Dua Pohon Tumbang, Hujan Munculkan Genangan Banjir di Kota Malang

Membawa sampah dan sejumlah pohon bambu yang tumbang.

Semua lantas tersangkut di jembatan.

Perlahan, tumpukan sampah dan air mengikis konstruksi jembatan.

Bagian ujung dari jembatan sepanjang 40 meter itu pun terseret arus sungai.

”Saat aliran sungai sudah tidak terlalu deras, warga bergotong royong membersihkan sampah dan bambu yang tersangkut,” ujar Kepala Desa Kaliasri Gaguk. (aff/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#jembatan ambrol #banjir malang selatan