Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Daya Beli Rendah dan Oversuplai, Bupati Malang Siapkan Langkah Antisipasi Inflasi saat Nataru

Mahmudan • Kamis, 5 Desember 2024 | 17:36 WIB

 

FORUM TINGKAT TINGGI: Bupati Malang H M. Sanusi (tengah) bersama Pejabat Forkopimda Kabupaten  Malang di ruang anusapati kemarin (4/12).
FORUM TINGKAT TINGGI: Bupati Malang H M. Sanusi (tengah) bersama Pejabat Forkopimda Kabupaten Malang di ruang anusapati kemarin (4/12).

KEPANJEN – Mendekati musim natal dan tahun baru (Nataru), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Malang menggelar high level meeting atau pertemuan tingkat tinggi kemarin (4/12).

Kegiatan yang dipimpin Bupati Malang H M. Sanusi itu dilaksanakan di Ruang Rapat Anusapati.

Tujuannya untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, stabilitas harga, serta kelancaran perayaan natal dan tahun baru.

Juga mengevaluasi capaian pengendalian inflasi, serta merumuskan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok penting.

“Harapannya, penyelenggaraan high level meeting ini dapat menjadi forum strategis untuk menguatkan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi antara seluruh pihak yang berkepentingan,” ucap Sanusi kemarin.

Selain itu, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Malang menjadi atensi khusus TPID.

Sebagai informasi, IPH Kabupaten Malang sebagai proxy inflasi bagi wilayah non Indeks Harga Konsumen (IHK) menunjukkan peningkatan signifikan pada minggu ketiga November 2024.

Dari sebelumnya -0,23 persen pada minggu pertama, meningkat menjadi 0,54 persen pada minggu ketiga.

Kemudian menurun pada minggu keempat menjadi 0,50 persen.

“Dengan IPH 0,50 persen yang dihitung berdasarkan 20 jenis bahan pokok, maka kondisi di Kabupaten Malang ini bisa dibilang deflasi,” kata anggota TPID Kabupaten Malang Tetuko L.S. Bathoro.

Sebab, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI menarget inflasi 2,5 persen year on year (yoy) dengan deviasi 1 persen.

Karena itu, Tetuko menambahkan, deflasi tetap harus diwaspadai.

Sebab, ketika deflasi, petani akan dirugikan.

“Ada dua kemungkinan penyebabnya. Yakni daya beli masyarakat yang semakin rendah atau ada over suplai,” imbuh Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Kabupaten Malang itu.

Khusus di Kabupaten Malang selama ini masih terkontrol.

Menurutnya, produsen masih belum terlalu dirugikan.

Sebab, regulasi harga sudah ditentukan.

“Kami juga kerja sama antar daerah. Ketika harga di Kabupaten Malang terlalu rendah, produk akan dikirim ke kota lain,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Bupati Malang #inflasi #Nataru