Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Empat Kali Lagi Uji Coba Makan Siang Gratis di Kabupaten Malang

Mahmudan • Jumat, 6 Desember 2024 | 20:29 WIB
DEMI KUALITAS PENDIDIKAN: Siswa-siswi SDN Penarukan Kepanjen menikmati makan siang gratis kemarin (5/12). Hingga akhir Desember depan, masih ada empat sekolah lagi yang dijadikan lokasi uji coba.
DEMI KUALITAS PENDIDIKAN: Siswa-siswi SDN Penarukan Kepanjen menikmati makan siang gratis kemarin (5/12). Hingga akhir Desember depan, masih ada empat sekolah lagi yang dijadikan lokasi uji coba.

Anggaran Ditanggung Pihak Sekolah

KEPANJEN – Program makan siang bergizi gratis yang diperkirakan akan menelan biaya Rp 2,8 miliar per hari segera dimulai, khususnya di Kabupaten Malang.

Hingga Desember ini sudah beberapa kali lakukan uji coba di Kabupaten Malang.

Setelah Polres Malang melakukan uji coba di beberapa sekolah korban bencana banjir, Desember ini Pemkab Malang menjadwalkan lima kali uji coba.

Data Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang mencatat ada 288 ribu siswa SDSMP.

Karena masingmasing siswa dijatah Rp 10 ribu per porsi, makan akan menghabiskan anggaran Rp 2,88 miliar sekali makan.

Biaya akan membengkak jika sasarannya tidak hanya siswa SDSMP, tapi juga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dimasukkan.

Sebab ada tambahan belasan ribu siswa, sehingga totalnya 300 ribu siswa PAUDTKSDSMP negeri maupun swasta.

Kemarin (5/12), uji coba dilaksanakan di SDN Penarukan, Kepanjen.

Totalnya ada 114 siswa yang merasakan makan siang bergizi gratis.

Itu merupakan uji coba kedua kali yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Pertama, uji coba dilaksanakan di SDN 02 Sitirejo, Wagir pada Senin (21/10) lalu dengan jumlah siswa sekitar 200-an siswa.

Setelah SDN Penarukan, Desember ini akan ada empat kali lagi uji coba program makan siang bergizi gratis dari Pemkab Malang.

Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto menyampaikan, dalam rangka menyongsong Indonesia emas 2045, sumber daya manusia (SDM) harus diperbaiki.

Salah satunya melalui pemenuhan gizi seimbang.

“Melalui program ini (makan siang bergizi gratis), diharapkan dapat memperbaiki gizi. Karena menunya ada nasi, ikan, sayurmayur, buah, dan susu. Semuanya terpenuhi,” ucapnya saat uji coba makan bergizi gratis di SDN Penarukan kemarin (5/12).

Sementara itu, Kepala Disdik Kabupaten Malang Suwadji menjelaskan, anggaran uji coba berasal dari swadaya sekolah.

Sehingga tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Karena itu, pelaksanaannya pun terbatas untuk sekolah dengan jumlah siswa tidak terlalu banyak.

“Untuk makanannya porsi lengkap dengan susu kemasan. Anggaran per porsinya sekitar Rp 15 ribu,” ucapnya.

Selain SDN Penarukan, program makan siang gratis juga akan dilaksanakan di empat sekolah lain.

Yakni Jumat depan (13/12) di SMPN 1 Poncokusumo dengan sasaran 638 siswa.

Kemudian Selasa depan (17/12) di SDN 1 Kedungsalam, Donomulyo dengan sasaran 104 siswa, dan Rabu depan (18/12) di SDN 1 Baturetno, Singosari dengan sasaran 124 siswa.

Selanjutnya, pada Kamis depan (19/12) di SDN 3 Ngadirejo, Kromengan dengan sasaran 80 siswa, serta Jumat (20/12) di SMPN 2 Gondanglegi dengan sasaran 268 siswa.

“Harapan kami nanti, semua kecamatan, paling tidak ada satu perwakilan yang uji coba sambil menunggu definitif pelaksanaan pada 2025,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Namun karena anggaran dari pemerintah pusat hanya Rp 10 ribu per porsi, dia menjelaskan, akan ada berbagai penyesuaian.

Mulai dari pengelola dan bahan bakunya. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Lagi #empat kali #Kabupaten Malang #makan siang gratis #Uji Coba