KABUPATEN – Hujan yang mengguyur sejak pagi di malam pergantian tahun mengakibatkan longsor di dua titik.
Longsor pertama terjadi di Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Selasa lalu (31/12).
Beberapa jam kemudian Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon juga dilanda longsor.
Selain itu, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Malang juga menerima laporan ada dua rumah roboh.
“Untuk longsoran di Desa Karangrejo tidak sampai mengenai pemukiman warga, sehingga nihil korban luka maupun jiwa, maupun kerugian material,” ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin.
Untuk menandai jalan yang sedikit tergerus longsor, warga memberi garis putih di sekitar tempat kejadian.
Selain itu, juga menyangga jalan konstruksinya ikut longsor dengan beberapa bambu dan kayu.
Kemudian peristiwa longsor kedua terjadi di Dusun Manting, Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon.
Saat itu, Tawangsari diguyur hujan sejak sore hari.
Sekitar pukul 17.45, tebing setinggi enam meter dengan panjang 15 meter di belakang Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ulum mengalami longsor.
“Pada peristiwa itu, tembok dapur pesantren mengalami kerusakan,” ujar Sadono.
Selain itu, dia mengatakan, longsoran tanah juga menutupi aliran sungai di belakang pondok.
Melihat itu, para santri segera kerja bakti untuk membersihkan material tanah agar sungai kembali mengalir.
Sehari sebelumnya, BPBD Kabupaten Malang juga menerima dua laporan rumah roboh dua hari berturut turut.
Pada 29 Desember 2024 lalu, rumah milik M. Ari Bawon, warga Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit roboh.
Rumahnya yang sebelumnya rapuh itu tiba tiba ambrol.
Saat kejadian, seluruh penghuni rumah yang berisi tiga jiwa sedang ada di dalam, namun berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak menimbulkan korban luka luka.
Peristiwa itu baru dilaporkan ke BPBD pada 31 Desember dan mencatat kerugian hingga Rp 20 juta.
Lalu rumah kedua yang ambruk milik Wasito, 57, warga Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran.
Pada 30 Desember hujan deras melanda Desa Pagelaran sejak pukul 14.00.
Lantas pada pukul 20.00, rumah Wasito tiba tiba runtuh. (aff/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana