Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Mencari Peluang Kelola Stadion Kanjuruhan Malang

Galih R Prasetyo • Sabtu, 4 Januari 2025 | 17:10 WIB

 

RENCANA JANGKA PANJANG: Samuel Balinsa (bawah) berebut bola dengan  Iksan Lestaluhu dalam sesi latihan di Stadion Gajayana, Desember lalu.
RENCANA JANGKA PANJANG: Samuel Balinsa (bawah) berebut bola dengan Iksan Lestaluhu dalam sesi latihan di Stadion Gajayana, Desember lalu.

KABUPATEN - Arema FC mempunyai rencana besar saat kembali berkandang di Malang saat putaran kedua kompetisi nanti.

Manajemen Singo Edan punya keinginan menjadi pengelola stadion yang menjadi homebase.

Mereka tidak ingin sekadar menyewa seperti musim-musim sebelumnya.

Mereka mempunyai rencana itu, karena Stadion Kanjuruhan sudah rampung direnovasi tahun ini.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Malang memberi lampu hijau untuk Singo Edan mengelola Stadion Gajayana.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, terdapat perbedaan sistem saat mereka sebagai penyewa dan pengelola.

Saat berstatus sebagai penyewa, klub hanya diberikan akses untuk menggunakan stadion saat pertandingan saja.

”Di luar itu, menjadi hak pemerintah daerah sebagai pemilik aset,” jelas pria yang akrab disapa Inal itu.

Dia mencontohkan, seperti pemenuhan fasilitas stadion sampai pemeliharaannya.

Begitu juga dengan hak venue akan difungsikan seusai aktivitas klub saat itu.

Sementara saat menjadi pengelola, klub memiliki kontrak dengan pemerintah daerah dalam jangka waktu beberapa tahun.

Menurutnya, dengan status itu mereka mempunyai dua keuntungan.

Pertama, klub bisa leluasa menggunakan stadion untuk kepentingan tim.

Selanjutnya, Arema FC bisa menjadikan venue itu sebagai sumber pemasukan tambahan.

Namun, Inal menyatakan, terdapat beberapa tantangan yang harus mereka hadapi saat menjadi pengelola.

Salah satunya, biaya pemenuhan fasilitas dan pemeliharaan yang tinggi.

”Kalau melihat Stadion Kanjuruhan seusai direnovasi, banyak fasilitas yang perawatannya mahal,” ujar dia.

Karena itu, Inal mengatakan, pihaknya harus mempunyai rencana bisnis yang matang.

Sebelum memutuskan menjadi pengelola stadion itu.

Supaya, kesempatan itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

Bukan akhirnya menambah beban finansial klub.

”Kami ingin belajar dari Bali United dengan Stadion I Wayan Dipta. Klub berhasil mengelola homebase tim,” jelas dia.

Inal mengatakan, saat jadi pengelola akan membuka peluang berbagai kegiatan di luar sepak bola di stadion.

Lalu membuat venue punya fungsi tambahan.

Seperti menjadi pusat perbelanjaan.

Dia mengatakan, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan PT Waskita sebagai kontraktor renovasi Stadion Kanjuruhan.

Tujuannya untuk mendapat gambaran terkait fasilitas-fasilitas di stadion.

”Desember kami memang sudah dapat undangan dari PUPR untuk membahas stadion,” ungkap Inal.

Mantan manajer bisnis itu melihat, proses kepindahan mereka membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Karena itu, pihaknya menargetkan di laga home pertama paro kedua tidak lagi menggunakan Stadion Soepriadi, Blitar.

”Tapi kalau belum, kami rencanakan Februari,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Manajer Bisnis Arema FC Munif Bagaskara Wakid mengatakan, berkandang di Malang tentunya dapat mendorong aspek bisnis klub.

Itu karena, lebih dekat dengan basis suporter mereka.

”Kami bisa membuat banyak skema bisnis bersama sponsor di sekitar stadion seperti sebelumnya,” ungkapnya. (tio/gp)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Arema FC #stadion kanjuruhan #malang