BULULAWANG – Hujan yang mengguyur seharian di Kecamatan Bululawang, Senin lalu (6/1) mengakibatkan banjir di sejumlah titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat sekitar 18 rumah terendam.
Lokasinya di dua desa, yakni Krebet dan Krebet Senggrong.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, air yang menggenangi permukiman dan masuk ke rumah-rumah warga tersebut berasal dari luapan kali anyar.
Kali tersebut melintasi dua desa.
Sadono lantas merinci rumah rumah yang dilanda banjir.
“Ada 13 rumah di RT 4 dan RT 6 wilayah RW 1, Dusun Demang Jaya, Desa Krebet. Kemudian 5 rumah di RT 24 RW 6 Dusun Blambangan, Desa Krebet Senggrong,” sebut dia.
Selain rumah, dia mengatakan, 1 musala dan gedung pondok pesantren (ponpes) juga ikut terendam.
Rata-rata rumah dan fasilitas-fasilitas tersebut tergenang air setinggi 20 sampai 40 sentimeter.
Kerugian materinya mencapai Rp 3 juta.
Sedangkan banjir di Jalan Raya Krebet Senggrong setinggi betis orang dewasa.
Diketahui banjir menyebabkan kemacetan parah sepanjang 2,6 kilometer.
Sadono menyebut khusus untuk jalan raya, banjir adalah fenomena rutin.
Artinya setiap hujan deras akan selalu tergenang.
“Untuk banjir di jalan akan ditangani Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang,” kata dia.
Di lain tempat, Kabid Pembangunan dan Peningkatan Jalan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari mengatakan, penanganan banjir di jalan tersebut sudah masuk dalam kewenangan Dinas PU Provinsi Jawa Timur.
“Sudah kami sampaikan dan koordinasikan dengan Provinsi Jatim agar segera ada penanganan,” terang dia. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana