KABUPATEN – Dua peristiwa tanah longsor terjadi di Kabupaten Malang kemarin (8/1).
Yang pertama di Dusun Krajan, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang dan menyumbat aliran sungai serta mematahkan pipa DAM.
Sementara lokasi kedua berada di Dusun Suwaru, Desa Duwet, Kecamatan Tumpang.
Longsor itu membuat tembok belakang rumah salah satu warga roboh.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, longsor di Desa Ketindan terjadi pada pukul 10.00.
Malam sebelum kejadian, kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
”Dimensi tebing yang longsor memiliki ketinggian 12 meter dengan lebar enam meter. Material longsor menyumbat irigasi pertanian dan memutus pipa PDAM warga,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, aliran air untuk warga di satu RT sempat mampet.
Perbaikan langsung dilakukan pada siang hari.
Aliran air kembali normal pada sore hari.
Warga setempat bersama perangkat desa dan BPBD juga langsung bergotong-royong membereskan material longsoran berupa batu, tanah, dan tumbuhan.
Tidak ada bangunan yang terdampak karena lokasi tebing berada di jalan setapak menuju kebun warga.
Sementara itu, longsoran di Desa Duwet terjadi sekitar pukul 13.30.
Kawasan tersebut baru saja diguyur hujan deras selama setengah jam.
Tiba-tiba, plengsengan setinggi tiga meter dan panjang lima meter di belakang rumah warga bernama Saiful Afiffin, 40, longsor.
”Tembok belakang rumah salah satu warga ikut ambrol saat tanahnya longsor,” ujar Kapolsek Tumpang Iptu Winanto.
Plengsengan yang longsor merupakan tempat fondasi tembok dapur rumah Saiful.
Untuk sementara, atap dapur yang masih tersisa di sangga dengan dua bilah bambu agar tidak ikut runtuh.
Perkiraan nilai kerugian yang diderita korban mencapai Rp 15 juta.
Proses pembersihan material longsor sedikit terkendala karena tanah dan tumbuhan bercampur puing-puing tembok.
Saat ini, kondisi tembok rumah yang terbuka ditutup oleh terpal. (aff/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana