KEPANJEN – Perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terhadap gedung Islamic Center (IC) perlu ditingkatkan lagi, misalnya soal perawatan.
Tahun ini, pemerintah tak mengalokasikan anggaran perawatan.
Padahal bangunan di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kepanjen itu kerap dijadikan lokasi manasik haji ribuan warga Bumi Kanjuruhan yang akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah.
Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan di lokasi, gedung yang mengelilingi miniatur kakbah itu kusam.
Rumput liar juga tumbuh memenuhi area tersebut.
Itu mengindikasikan bahwa area tersebut jarang dirawat.
Sebelumnya, wartawan koran ini menemukan kondisi lantai keramik banyak yang pecah, baik di pelataran maupun di dekat miniatur kabah di tengah.
Juga replika hijr ismail menjadi tempat sampah.
Ada pula toilet yang airnya tidak keluar.
Estimasi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang, perbaikan kerusakan dan perawatan Islamic Center bakal menghabiskan Rp 200 juta.
Tahun lalu, anggaran perawatan hanya disetujui Rp 4 juta.
Tak adanya anggaran perawatan disampaikan oleh Sekretaris Disperkim Cipta Karya Kabupaten Malang Johan Dwijo mengatakan bahwa tahun 2025 tidak ada anggaran tersebut.
“Tahun 2025 tidak ada dana alokasi pemeliharaan untuk Islamic Center,” ujar dia.
Meski demikian, dia mengatakan, dinsos tetap melakukan perawatan seadanya pada fasilitas umum yang dibangun pada 2012 itu.
“Untuk pembersihan sudah dilakukan. Juga perbaikan pada saluran drainase dan keramik lantai yang rusak sudah kami lakukan pembenahan pada November 2024 lalu,” kata Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinsos Kabupaten Malang Rohayani.
Untuk pengecatan, pihaknya masih belum tahu kapan hal itu akan dilakukan. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana