Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Desa Ternyang Cegah Stunting melalui Kue Kelor dan Tepung Lele

Mahmudan • Selasa, 28 Januari 2025 | 01:10 WIB
MAKANAN TAMBAHAN: Salah satu anggota PKK Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Srianingsih memanggang kue berbahan tepung ikan lele. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)
MAKANAN TAMBAHAN: Salah satu anggota PKK Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Srianingsih memanggang kue berbahan tepung ikan lele. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)

SUMBERPUCUNG – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting (pertumbuhan terhambat).

Salah satunya melalui pemberian makanan tambahan (PMT) pelekor.

Yakni makanan berbahan dasar tepung ikan lele dan daun kelor.

Itulah yang dilakukan PKK Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung.

Anggota PKK Desa Ternyang Srianingsih menjelaskan, desa tersebut memiliki peternakan lele dan pohon kelor.

Produk-produknya diolah menjadi makanan ringan yang menarik dan dibagikan kepada anak-anak yang terindikasi stunting.

”Kami juga mengolah jamu kelor. Kalau jamu memiliki aroma yang kuat, jadi cuma kami berikan ke ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis),” ucapnya beberapa waktu lalu.

Cara membuatnya sama dengan kue kering lain.

Hanya saja ada tambahan tepung kelor atau tepung lele.

Kue kering tersebut dibentuk semenarik mungkin.

Supaya anak-anak mau memakannya.

Seperti kue kering tepung lele yang dibentuk menyerupai karakter monster berwarna kuning atau kue kering kelor yang diberi toping cokelat.

 “Seminggu sekali kami akan memproduksi makanan tambahan tersebut. Sekali produksi, kami membuat tiga resep dan menjadi sekitar 220an biji,” ujar Sri.

Saat ini, kue tersebut murni hanya untuk dibagikan ke pada anak-anak di posyandu.

Masing-masing anak akan menerima tiga keping kue kering.

Sebagai informasi, tepung kelor memiliki kandungan gizi lengkap.

Mulai protein, serat, karbohidrat, lemak, vitamin A, vitamin B1, vitamin B6, vitamin C, vitamin E, mineral, antioksidan, asam amino, dan fitokimia.

Terdapat empat manfaat utama daun kelor.

Antara lain meningkatkan kesehatan pencernaan, membantu menurunkan kolesterol, meningkatkan kekebalan tubuh, dan membantu mengelola gula darah.

Kandungan dalam tepung ikan lele pun hampir sama.

Hanya saya, protein dalam ikan jauh lebih tinggi. “Melalui upaya tersebut, alhamdulillah angka stunting terus menurun. Awalnya ada 35 anak yang stunting (Februari 2022). Kami terus kasih PMT. Termasuk ikan lele dan sayuran,” kata dia.

Berdasar data Desa Ternyang, pada bulan timbang Agustus 2024 lalu, stunting sudah menurun menjadi 19 anak. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#daun kelor #tepung lele #kue kelor #Stunting #cegah stunting #lele #PKK