KASEMBON – Jalur utama Malang-Kediri kembali diterjang longsor.
Lokasinya juga di Kasembon.
Setelah sebelumnya Dusun Jabon di Desa Wonoagung diterjang longsor, kemarin (27/1) giliran Dusun Bonjabung, Desa Pait.
Tebing setinggi di tepi jalur utama Malang-Kediri ambrol sekitar pukul 18.45.
Sebelumnya, hujan mengguyur kawasan tersebut sejak sore.
Material longsor memendam bagian rumah warga dan sebagian meluber ke ruas jalan.
“Terpantau yang mengalami kerusakan bagian atap dapur dan kamar mandi,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan di sela meninjau lokasi longsor kemarin.
Sehari sebelumnya, tiga titik longsor terjadi di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon.
Tiga titik longsor dengan tinggi rata-rata 20 meter dengan lebar lima meter terdeteksi di sepanjang Jalan Raya Pujon.
Dari masing-masing titik longsor, jaraknya beragam.
Titik longsor pertama menuju titik kedua jaraknya berkisar 800 meter.
Kemudian titik ketiga berada di kisaran 1 kilometer.
Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan dari Malang-Kediri atau sebaliknya sempat terganggu.
“Warga dan petugas bersama-sama mengevakuasi dengan sistem buka tutup,” lanjut Sadono.
Ekskavator dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jatim langsung diturunkan untuk membersihkan material longsor.
Butuh waktu lima jam hingga jalan provinsi Malang Kediri kembali normal.
Beberapa mobil tangki air juga dikerahkan untuk membersihkan lumpur setebal 2,5 meter yang menutupi ruas jalan raya.
Sebab lumpur yang bercampur air itu mengakibatkan jalanan licin, sehingga membahayakan pengendara.
Sadono mewanti-wanti agar masyarakat berhati-hati saat melintasi jalur utama Malang Kediri.
Sebab hujan deras tak hanya meningkatkan risiko longsor.
Tapi bencana lain juga sangat mungkin terjadi, misalnya pohon tumbang.
“Apalagi di jalan yang diapit hutan seperti Jalan Raya Pujon,” pungkas Sadono. (aff/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana