Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pengendara di Kabupaten Malang Waspadai Ancaman Pohon Tumbang

Mahmudan • Kamis, 13 Februari 2025 | 00:50 WIB
AKIBAT ANGIN KENCANG: Pohon petai yang tumbang melintang menutup ruas jalan dan mengakibatkan kemacetan di jalan raya. (BIYAN MUDZAKY HANINDITO / RADAR KANJURUHAN)
AKIBAT ANGIN KENCANG: Pohon petai yang tumbang melintang menutup ruas jalan dan mengakibatkan kemacetan di jalan raya. (BIYAN MUDZAKY HANINDITO / RADAR KANJURUHAN)

KEPANJEN – Selama musim hujan, pengendara harus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman pohon tumbang.

Sejak Januari lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat ada 10 kali pohon tumbang.

Kejadian paling anyar pada Minggu lalu (9/2).

Tim dari BPBD dan PMI Kabupaten Malang mengevakuasi pohon yang tumbang di Jalan Raya Karanglo, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari akhir Januari lalu. (BIYAN MUDZAKY HANINDITO / RADAR KANJURUHAN)
Tim dari BPBD dan PMI Kabupaten Malang mengevakuasi pohon yang tumbang di Jalan Raya Karanglo, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari akhir Januari lalu. (BIYAN MUDZAKY HANINDITO / RADAR KANJURUHAN)

Pohon petai di Dusun Simo, RT 24, RW 3, Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang tumbang.

Tumbangnya pohon setinggi 15 meter dengan diameter 40 centimeter menimpa kabel listrik.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, tumbangnya pohon petai angin angin kencang.

“Untuk hujannya hanya gerimis tapi anginnya cukup kencang berembus,” kata dia.

Khusus Februari ada satu kejadian pohon tumbang.

Sedangkan untuk Januari sudah sembilan kejadian.

Mayoritas pohon tumbang akibat faktor cuaca, seperti terpaan angin kencang dan hujan deras.

Akan tetapi, dia mengatakan, analisis dari tim BPBD mengungkap, cuaca saja tidak cukup untuk menumbangkan pohon.

“Beberapa dari kejadian yang sudah tertangani, akar atau bagian pohon lain yang sudah lapuk atau buruk itu juga berpengaruh,” sebut Sadono.

Salah satu contoh pohon tumbang karena angin dan akar lapuk yakni di Jalan Raya Karanglo, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari pada 30 Januari lalu.

Pohon asem berusia ratusan tahun dengan tinggi 15 meter dan diameter 70 sentimeter tumbang dan melukai 5 orang.

Kala itu, angin berembus kencang.

Ditambah dengan akar yang sudah lapuk, mengurangi daya tahan pohon terkena angin.

Salah satu penyebab akar lapuk, menurut Sadono karena kebiasaan masyarakat.

“Acap kali kita melihat orang bakar-bakar di bawah pohon, tepat di akarnya. Itu bisa membunuh pohon juga,” kata dia. (biy/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#hujan dan angin kencang #BPBD Kabupaten Malang #BPBD #pohon tumbang