Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Stok Beras di Kabupaten Malang Aman selama Ramadan

Mahmudan • Kamis, 27 Februari 2025 | 19:40 WIB
Stok beras di Kabupaten Malang diproyeksikan aman selama Ramadan
Stok beras di Kabupaten Malang diproyeksikan aman selama Ramadan

 

“Sementara kebutuhan selama Januari-Februari itu hanya 44.487,81 ton, sehingga masih ada surplus 25.191,23 ton.”

Mahila Surya Dewi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang

Mahila Surya Dewi , Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang.
Mahila Surya Dewi , Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang.

Diproyeksikan Bisa Surplus 16 Ribu Ton

KEPANJEN - Masyarakat tak perlu khawatir terjadi inflasi besar-besaran atau kesulitan mendapatkan beras selama Ramadan.

Sebab, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang memproyeksikan pasokan beras aman, bahkan berlebih.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi memaparkan, pada Januari-Februari ini, produksi bersih beras mencapai 24.692,48 ton.

Stok beras di Kabupaten Malang diproyeksikan aman selama Ramadan
Stok beras di Kabupaten Malang diproyeksikan aman selama Ramadan

Persediaan tersebut diperoleh dari Gabah Kering Giling (GKG) sekitar 38.521,81 ton.

Kemudian tahun lalu masih ada stok 44.986,56 ton, sehingga total persediaan mencapai 69.679,04 ton.

”Sementara kebutuhan selama Januari-Februari itu hanya 44.487,81 ton, sehingga masih ada surplus 25.191,23 ton,” kata dia kemarin (26/2).

“Kemudian, proyeksi ketersediaan beras pada bulan Maret (Ramadan) sebesar 26.125,02 ton,” imbuh Mahila.

Dengan demikian, total ketersediaan beras diproyeksikan menjadi 51.316,25 ton.

Sedangkan menurut penghitungan dari Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA), proyeksi kebutuhan beras pada bulan Maret sebesar 34.405,77 ton, sehingga surplus 16.910,48 ton.

”Surplus beras tersebut dijadikan cadangan pangan oleh masyarakat,” imbuh pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.

Sehingga bulan depan, masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhan makanan pokoknya.

Sementara itu, untuk mempertahankan surplus beras dapat dilakukan dengan meningkatkan produksi padi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicenna Medisica Sani Putera menyebut, produksi padi tahun ini ditarget sekitar 413 ribu ton.

Meningkat dibanding realisasi produksi padi pada 2024 lalu yang berkisar 403 ribu ton.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya mewujudkan melalui dua cara.

Pertama, intensifikasi produk dengan menggunakan bibit unggul.

“Kedua, kami mendorong petani untuk percepatan tanam. Bagi yang sudah panen, kami dorong untuk segera mengolah lahannya,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Selain itu, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari kelompok tani akan dimaksimalkan.

Secara teknis, pengaturan irigasi perlu dilakukan, terutama saat musim kemarau.

“Kalau musim penghujan seperti ini, irigasinya memang tidak masalah. Sekitar Juni depan (kemarau) harus mulai diantisipasi. Kami ajak kelompok tani untuk melakukan pemeliharaan irigasi,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Stok beras #Ramadan #gabah #Kabupaten Malang #DKP #Padi