Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pertamina Patra Niaga dan Polisi Cek SPBU di Malang, Ini Temuannya

Fathoni Prakarsa Nanda • Kamis, 6 Maret 2025 | 02:07 WIB
TIDAK ADA KEJANGGALAN: Polisi bersama tim dari PT Pertamina Patra Niaga mengecek BBM jenis Pertamax di salah satu SPBU di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, kemarin (4/3).
TIDAK ADA KEJANGGALAN: Polisi bersama tim dari PT Pertamina Patra Niaga mengecek BBM jenis Pertamax di salah satu SPBU di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, kemarin (4/3).

BULULAWANG - Tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Malang disidak oleh polisi kemarin (4/3). Inspeksi itu berkaitan dengan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) serta merespons keraguan masyarakat mengenai kualitas Pertamax yang dijual di SPBU Pertamina. Untuk sementara, polisi menyatakan tidak ada kejanggalan.

Secara acak, BBM jenis Pertamax dari tiga SPBU di Kecamatan Bululawang dites menggunakan bejana ukur dan hydrometer density range. Ketiga SPBU tersebut adalah SPBU 54.651.03, SPBU 54.651.37, dan SPBU 54.651.62. Bejana ukur digunakan untuk mengukur volume BBM yang keluar dari selang dispenser. Tujuannya untuk memastikan apakah jumlah yang dikeluarkan sesuai dengan permintaan pembeli.

”Jika angka 0 pada bejana ukur bertemu dengan angka 0 pada selang dispenser, artinya takaran yang dikeluarkan sudah sesuai,” jelas Alam Kanda Winali, Sales Area Manager Retail Malang PT Pertamina Patraniaga Jatim Balinus.

Dia menambahkan, pengetesan menggunakan bejana ukur sebenarnya dilakukan setiap hari sesuai dengan SOP. Selain itu, setiap pagi juga diukur density BBM pada tiap dispenser menggunakan termometer dan density range. Terdapat tabel khusus untuk ketentuan tes tersebut. Kalau hasil angka dari termometer dan density range dimasukkan dan sesuai spesifikasi Dirjen Migas, artinya tidak ada campuran pada BBM tersebut.

”Misalnya BBM tersebut kemasukan air atau dicampur BBM jenis lain, hasil range-nya akan berbeda,” lanjut Alam. Pada ketiga SPBU yang diuji, BBM jenis Pertamax berada pada range 0,7 sampai 0,8. Artinya, seluruh Pertamax yang dijual di ketiga SPBU tersebut murni tanpa campuran.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur menyatakan bahwa dalam sidak kemarin belum ditemukan hal mencurigakan. Kualitas dan kuantitas BBM di ketiga SPBU terpantau normal. Namun, Nur mengaku akan terus memantau peredaran BBM di wilayah-wilayah lain di Kabupaten Malang.

“Berdasar tes sementara, semua terbukti sesuai ukuran dan kualitasnya,” ujar Nur. Namun, tiga sampel yang telah diambil juga akan diuji lebih lanjut di laboratorium. Sebab, hanya pihak laboratorium yang berhak mengeluarkan pernyataan bahwa BBM yang dites telah memenuhi standar kualitas. (aff/fat)

Editor : A. Nugroho
#BBM #SPBU #Pertamax #korupsi #bbm oplosan #Kasus Pertamina