BANTUR - Jalur wisata Gondanglegi-Balekambang masih belum mulus.
Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) menggelontorkan dana RP 339 miliar untuk perbaikan jalan, tapi progres penyelesaiannya masih lama.
Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin (5/3), aspal basah belum merata.
Progresnya diperkirakan belum sampai 10 persen.
Dengan demikian, masih ada 90 persen lagi yang harus dituntaskan oleh kontraktor.
Seperti diberitakan, pekerjaan jalan sepanjang 30,485 kilometer itu dimulai pada 22 Oktober 2024 lalu dan ditarget rampung pada Mei 2026.
Proyek tersebut biayai dari pinjaman Islamic Development Bank (IDB).
Pengerjaannya dilakukan melalui dua paket.
Pengerjaan paket pertama atau Lot 16A se panjang 16 kilometer dengan anggaran Rp167 miliar.
Kemudian paket kedua atau Lot 16B sepanjang 14,485 kilometer dengan anggaran Rp172 miliar.
Perbaikan dilakukan dengan mengaspal ruas jalan, sehingga mulus.
Selain itu, ruas jalan yang mulanya 8 meter dilebarkan menjadi 11 meter.
Juga dilakukan pemasangan box culver di drainase sepanjang jalur tersebut.
Fasilitasnya juga dilengkapi dengan Penerangan Jalan Umum (PJU) jenis lampu LED.
“Proyek rehabilitasi dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur Bali, sesuai kontrak terlaksana hingga pertengahan 2026,” ujar Kepala Bidang Peningkatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Malang Anita Aulia Sari kemarin.
Di lain tempat, Kepala B2PJN Jawa Timur-Bali Gunadi Antariksa mengatakan, dua paket pekerjaan tersebut digarap bersamaan.
Namun progres pekerjaan belum sampai 10 persen.
“Paket 16A sudah 4,13 persen, sedangkan paket 16B berkisar 6,88 persen,” terang Gunadi ditemui di lokasi proyek. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho