NGANTANG – Pemkab Malang menambah satu lagi rumah sakit umum daerah (RSUD). Lokasinya di Ngantang. Kemarin (10/3), peresmian RSUD bersamaan dengan peluncuran cek kesehatan gratis dan persalinan gratis. Dengan diresmikan RSUD Ngan tang, Pemkab mempunyai RSUD di tiga penjuru mata angin Kabupaten Malang. Yakni RSUD Ngantang di Malang barat, RSUD Kanjuruhan di bagian selatan, dan RSUD Lawang di Malang utara.
Pembangunan RSUD baru wujud dukungan Pemkab Malang terhadap perwujudan astacita Presiden Prabowo Subianto. ”Misi keempat adalah memperkuat pembangunan SDM dengan program prioritas ketujuh, yakni menjamin tersedianya pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Ivan Drie kemarin.
Meski baru diresmikan, RSUD Ngantang sudah memiliki tiga dokter spesialis. Yaitu spesialis pelayanan dasar dan bedah umum bernama dr Sakinah Baraja, spesialis anak bernama dr Anisa Hasanah, dan dr Amirah T spesialis penyakit dalam agar bisa kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dalam pemeriksaan kesehatan gratis, kuota yang disediakan langsung penuh. Sebab baru dibuka sudah diburu 1.393 pendaftar. Dalam semua pendaftar, sudah terlayani sekitar 71 persen.
Selain kesehatan gratis, pihaknya juga menyediakan program persalinan gratis untuk masyarakat miskin. “Kami mendorong para ibu hamil untuk segera bergabung ke dalam jaminan kesehatan,” lanjut Ivan.
Sementara itu, Bupati Malang H M. Sanusi mengatakan, masyarakat miskin di Kabupaten Malang yang belum terdaftar BPJS tetap dilayani. Biayanya akan diambilkan dari Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kabupaten Malang. Untuk itu, masyarakat miskin bisa di-cover penyembuhannya. “Sedangkan bagi masyarakat yang mampu ya daftar BPJS mandiri,” lanjut Sanusi.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, Malang adalah daerah dengan karakteristik pedesaan. Untuk itu, mendekatkan pelayanan masyarakat paling utama, termasuk pelayanan kesehatan. “Harus bisa dipastikan pertengahan tahun sudah bisa (bekerja sama dengan) BPJS,” ujar Emil. (aff/dan)
Editor : A. Nugroho