Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pesanan Kerupuk Singkong Melonjak Dua Kali Lipat

Mahmudan • Sabtu, 15 Maret 2025 | 02:20 WIB
BERKAH RAMADAN: Pegawai membuat kerupuk singkong di home industry Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau kemarin.
BERKAH RAMADAN: Pegawai membuat kerupuk singkong di home industry Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau kemarin.

DAU - Ramadan menjadi berkah bagi produsen kerupuk singkong asal Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau.

Produknya sering dijadikan bingkisan maupun sajian untuk Hari Raya Idul Fitri, sehingga pesanan meningkat selama Ramadan.

Peningkatan dua kali lipat dibanding biasanya.

“Kalau mendekati Lebaran gitu memang ramai. Kalau biasanya jual 150 kilogram, selama puasa bisa 300 kilogram,” ujar Priyanto, pemilik Kerupuk Singkong Barokah.

Pemesan itu berasal dari Mojokerto, Mojosari, Sidoarjo, dan Bali.

Meski meningkat, namun jumlahnya termasuk sedikit jika dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Sebab, pada waktu itu pesanannya jauh lebih banyak. 

Saat hari biasa bisa mencapai sekitar 250 kilogram.

“Tapi dengan pesanan segitu, sudah Alhamdulillah,” lanjutnya.

Saat hari biasa, dia mengatakan, rumah produksi itu bisa mengolah 300 kilogram singkong yang dicampur dengan 50 kilogram tepung tapioka.

Per 100 kilogram akan menghasilkan 150 kilogram kerupuk kering.

Jika ditotal, per hari bisa menghasilkan 450 kilogram kerupuk kering.

Kerupuk tersebut dijual dengan harga Rp 80 ribu per kemasan berukuran 5 kilogram. Itu untuk yang varian rasa original.

Sedangkan untuk rasa balado dibanderol Rp 115 ribu per kemasan berukuran 5 kilogram.

“Kalau balado itu tidak tentu. Sesuai permintaan saja,” kata dia.

Proses pembuatannya cukup sederhana. Singkong yang sudah dikupas, dibersihkan terlebih dahulu dan diparut.

Parutan singkong itu diperas untuk membuang saripatinya.

Ketika saripati sudah bersih, singkong dicampur dengan tepung tapioka kemudian dikukus.

Begitu matang, adonan dipotong-potong untuk digiling menjadi lembaran.

Lembaran-lembaran itu dicetak berbentuk lingkaran.

Tumpukan lingkaran tersebut dipisahkan dan dijemur.

Saat cuaca bagus dan tidak ada angin kencang, penjemuran dilakukan di luar ruangan supaya terkena matahari langsung.

Namun, saat ada angin kencang, penjemuran dilakukan di dalam ruangan.

Di ruangan itu sudah tersedia plastik UV yang biasanya digunakan untuk green house.

Sehingga, meskipun hujan, tetap dapat dijemur meskipun membutuhkan waktu lebih lama. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#Penjual #singkong #krupuk