SUMBERPUCUNG – Akhir Februari lalu, harga semangka melambung tinggi.
Untuk kualitas terendah, harga dari petani menembus Rp 9000 dan di pasaran mencapai Rp 18.000 per kilogramnya.
Memasuki pertengahan Ramadan ini kembali stabil, yakni Rp 6.000 per kilogram untuk kualitas rendah.
Baca Juga: 10 Persen Hasil Panen Nila dan Lele BUMDes Pakisaji untuk Cegah Stunting
Kembali stabilnya harga semangka disampaikan oleh Muhammad Munir, salah satu petani asal Dusun Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung.
“Sekarang ini harganya mulai stabil. Di tingkat petani yang paling bagus atau grade A hanya Rp 8.000 per kilogram, sedangkan paling rendah atau grade C Rp 6.000 per kilogram,” ujar Munir setelah panen semangka kemarin (14/3).
Lahan semangka yang dipanen seluas 2.500 meter persegi dengan 1.400-1.500 pohon dengan varietas madrid tanpa biji.
Dari jumlah pohon tersebut, hasil panen dia diprediksi bisa mencapai 4-7 ton.
Baca Juga: Pedagang di Pasar Kebalen Malang Mengakui Harga Buah Terus Merangkak Naik
Dengan berat per buahnya berkisar 4-8 kilogram.
Hasil panen tersebut langsung dibawa ke tengkulak asal luar kota, seperti Blitar dan Banyuwangi.
“Beratnya bervariasi, tetapi paling diminati orangorang itu yang berat 4-8 kilogram tadi,” ucap pria berusia 34 tahun itu.
Berbeda dengan semangka yang biasanya butuh 60-70 hari untuk panen, varietas madrid hanya butuh 55-60 hari.
Selain itu, dia mengatakan, varietas tersebut juga tahan di segala cuaca.
Apalagi saat musim hujan.
Ketika terjangkit penyakit, seperti penyakit keriting, penyembuhannya lebih mudah.
Dari segi rasa pun termasuk unggul.
Perawatannya hampir sama dengan semangka lain.
Seperti pengaliran irigasi rutin, utamanya saat cuaca panas.
Baca Juga: Ramadan, Pedagang Kurma Panen Pesanan
Kemudian pemberian pestisida seperti fungisida dan insektisida minimal seminggu sekali.
Untuk pemupukan terdapat dua cara.
Yakni pupuk padat yang dicairkan dan dikucurkan ke tanaman serta pupuk tabur.
“Pupuknya kami menggunakan non subsidi, biasanya jenis mutiara, ZK, dan grower,” pungkasnya. (yun/dan)
Editor : Aditya Novrian