KEPANJEN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi
Malang meminta warga waspada.
Sebab, ancaman cuaca ekstrem menguat hingga beberapa hari ke depan.
“Kami perkirakan cuaca ekstrem mulai terjadi pada 17-23 Maret depan,” ujar Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan kemarin (17/3).
Bencana hidrometeorologi yang bisa saja terjadi adalah banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Hal itu berpotensi mengakibatkan pohon tumbang.
Taufiq mengatakan, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang.
Diperkirakan intensitas hujan akan meningkat signifikan dalam sepekan.
Dia mengatakan, kondisi atmosfer saat ini juga masih labil.
Segala aktivitas di luar ruangan harus dilakukan secara hati-hati.
Apalagi berdasar analisis angin gradien 3000 feet, terdapat pola siklonik (tekanan rendah dan tinggi di atmosfer) pada selatan Jawa.
Sementara itu, Kepala Bidan Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Terutama pada daerah rawan bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
“Terutama bagi masyarakat yang tinggal di dataran tinggi.” ujar Sadono.
Sebab, dia mengatakan, potensi dilanda bencana lebih besar. Mulai dari tanah longsor dan pohon tumbang.
Selain waspada, masyarakat juga harus selalu dalam keadaan siap, seperti membawa obat darurat ketika melakukan perjalanan.
Apalagi saat banjir, dia melanjutkan, masyarakat harus pandai mengantisipasi bahaya kelistrikan.
Langkah termudah untuk mengantisipasi bahaya listrik adalah mematikan aliran listrik pada rumah dan mengevakuasi barang elektronik. (aff/dan)
Editor : A. Nugroho