KEPANJEN – Polres Malang menyiapkan cara untuk mengendalikan kepadatan arus lalu lintas mudik Lebaran.
Salah satunya adalah, mengintegrasikan pemantauan dan penanganan arus mudik melalui Command Center.
Ruangannya di sebelah kiri pintu masuk Mapolres Malang.
Ruangan berukuran 8x8 meter itu dijadikan pusat komando arus mudik.
Kemarin (20/3), Bupati Malang H M. Sanusi mengunjungi Command Center untuk meninjau kesiapan pengamanan arus mudik.
Dalam kunjungan itu di jelaskan skema-skema lalu lintas yang akan diterapkan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.
“Tidak hanya memantau jalan, kami juga bisa memantau banjir di Desa Sitiarjo (Sumbermanjing Wetan) melalui CCTV,” ujar Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo kepada Sanusi kemarin.
Di sebelah kanan ruangan sudah berjejer puluhan layar televisi yang menampilkan rekaman dari kamera CCTV.
Mulai dari CCTV jalan raya, sungai, hingga daerah rawan bencana.
Danang juga akan memantau situasi mudik dengan pantauan udara melalui drone yang akan ditempatkan pada beberapa titik.
Mulai dari pos polisi Karanglo, Mapolres Malang, hingga Polsek Dampit.
“Semua aktivitas di jalan raya, bahkan cuaca bisa dipantau di sini,” lanjut Danang.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Malang AKP Widyagana Putra Dhirotsaha menjelaskan kesiapan pengamanan mudik sudah dirumuskan dalam Operasi Ketupat Semeru.
Selain menyiapkan Command Center yang multifungsi, pihaknya juga membangun beberapa pos pelayanan dan pos pengamanan.
Dipasang fokus pada wilayah Malang utara, selatan, dan timur.
“Tahun ini terdapat satu pos pelayanan dan enam pos pengamanan yang kami bangun,” ujar Gana.
Pospos tersebut dipasang berdasarkan karakteristik jalan dan titik trouble spot.
Pihaknya juga bekerja sama dengan Dishub dan Satlantas di Malang Raya untuk mewujudkan mudik tanpa macet dan kepadatan kendaraan. (aff/dan)
Editor : A. Nugroho