Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kendala Petani Kentang Desa Ngadas Kabupaten Malang saat Menghadapi Cuaca Ekstrem

Mahmudan • Jumat, 4 April 2025 | 17:35 WIB
HASIL BUMI: Kentang yang baru saja dipanen petani di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo langsung dikirim ke pasar-pasar tradisional. (DARMONO/RADAR MALANG)
HASIL BUMI: Kentang yang baru saja dipanen petani di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo langsung dikirim ke pasar-pasar tradisional. (DARMONO/RADAR MALANG)

PONCOKUSUMO - Hamparan lahan pertanian di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusum didominasi tanaman kentang.

Petani lebih suka menanam kentang dibanding pertanian lain lantaran harganya stabil.

Hampir setiap rumah di Ngadas, mempunyai kebun kentang.

Bahkan, satu petani memiliki lebih dari sebidang lahan.

Kentang hasil produksi petani Ngadas, Kecamatan Ponco kusumo tersedia di pasar-pasar tradisional. (NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR MALANG)
Kentang hasil produksi petani Ngadas, Kecamatan Ponco kusumo tersedia di pasar-pasar tradisional. (NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR MALANG)

Salah satu petani, Temuk, 58, mempunyai empat bidang lahan.

Seluruhnya ditanami kentang dengan berbagai periode pembibitan.

Ada yang masih dibajak, ada yang sudah berumur dua bulan, dan ada yang sudah hampir siap panen.

“Ladang saya rata-rata luasnya 3.000 meter persegi. Alhamdulillah bisa memproduksi 7 hingga 7,5 ton sekali panen,” ujar Temuk saat ditemui wartawan koran ini di ladangnya.

Dia bercerita akhir-akhir ini tanaman kentangnya butuh perawatan ekstra.

Sebab cuaca ekstrem kerap melanda Desa Ngadas.

Sejak pagi kabut sudah menutup area ladang tanaman kentang.

Lalu sedikit siang mulai diguyur hujan.

Panas matahari sudah jarang ada, lebih sering mendung yang berada di langit Ngadas.

Temuk mengatakan, embun yang sering datang bisa melukai daun dari tanaman kentang.

Hasilnya tanaman tidak bisa berproses dengan optimal dan menyebabkan ukuran kentang mengecil.

Untuk itu harus lebih rutin disemprot cairan khusus.

“Tapi tidak sampai berdampak yang signifikan, panen kami selama ini tetap optimal,” lanjut Temuk.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Per kebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicenna Medisica Saniputera mengungkap, pihaknya sedang melakukan pelatihan untuk petani kentang di Ngadas.

Lebih rinci terkait pembenihan kentang jenis G-0 sampai G-2, diharapkan produksi benih kentang yang dihasilkan petani bisa lebih berkualitas.

“Kami menyasar kemandirian petani kentang dalam membuat benih,” ujar Avicenna.

Dia membangun green house khusus untuk pembenihan kentang.

Saat ini petani di Ngadas sudah bisa memproduksi benih kentang sendiri dari jenis planley menjadi G-0. (aff/dan)

Editor : A. Nugroho
#desa ngadas #petani #Pertanian #Lahan #Kabupaten Malang #Kentang