DONOMULYO – Wisatawan musim libur Lebaran tidak akan leluasa menjelajahi seluruh pantai yang berada di Malang selatan.
Terutama jika ingin menikmati keindahan Pantai Modangan di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo.
Sebab, Jalan Lintas Selatan (JLS) di Kelok Sembilan yang rusak akibat longsor Desember 2024 lalu, hingga kini masih belum diperbaiki.
Perbaikan tidak memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat.
Sebab, Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) belum mengalokasikan anggaran.
Seperti diberitakan, ruas jalan di JLS Kelok Sembilan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, rusak akibat longsor dan likuifaksi pada 10 Desember 2024.
Ada empat titik jalan yang rusak akibat bencana tersebut.
Sempat diperbaiki sehari setelah kejadian, tapi tak berlangsung lama.
Area tersebut rusak lagi pada 1 Januari 2025.
Sehingga akses tersebut hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua atau sepeda motor.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur–Bali, Gunadi Antariksa, mengatakan, perbaikan lebih lanjut belum bisa dilakukan lantaran anggaran tahun ini belum ada.
Pihaknya juga belum bisa menaksir berapa biaya yang diperlukan.
“Sekarang sedang proses pengajuan ke pusat. Untuk kebutuhannya berapa, semua masih dibahas di Jakarta,” terang dia.
Gunadi menyebut, jalan tersebut tidak akan diperbaiki dengan merombak total.
Melainkan hanya memperbaiki agar fungsi jalan tetap normal.
“Hanya untuk penanganan darurat dan fungsional. Agar kerusakan tidak bertambah,” imbuh dia.
Lebih lanjut, dia mengatakan, jalan yang sudah rusak juga tidak akan diberi aspal lagi.
Ada dua hal yang akan dibenahi.
“Pembenahan drainase, lalu perbaikan jalan tanah dengan agregat,” terangnya.
Pantauan wartawan koran ini di lokasi, jalan tersebut masih diberi portal di dekat simpang empat Modangan.
Masuk ke dalam portal, sekitar 400 meter ke barat, sudah terlihat jalan terputus.
Dua jalur sepanjang 10 meter hanya menyisakan pasir dan bebatuan, tanda bahwa sudah ada perbaikan sebelumnya.
Selain dibebani dengan perbaikan, B2PJN Jawa Timur–Bali juga tengah dipusingkan dengan kelanjutan proyek tersebut.
Yakni pembangunan di sisi barat, menuju Blitar.
“Banyak tanah di sektor Blitar masih ada yang belum bebas. Untuk jumlahnya, saya tidak ingat berapa bidang,” tandas Gunadi. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho