Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penataan Ulang Museum Singhasari Kabupaten Malang Terancam Ditunda

Mahmudan • Minggu, 6 April 2025 | 04:33 WIB
GAET PENGUNJUNG: Salah satu pemandu pengunjung di Museum Singhasari menunjukkan koleksi yang bakal ditata ulang. (NAHDIATUL AffANDIAH/RADAR KANJURUHAN)
GAET PENGUNJUNG: Salah satu pemandu pengunjung di Museum Singhasari menunjukkan koleksi yang bakal ditata ulang. (NAHDIATUL AffANDIAH/RADAR KANJURUHAN)

SINGOSARI -

Penataan ulang Museum Singhasari sudah dirancang sejak 2024 lalu.

Anggarannya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 juga sudah disetujui.

Namun realisasinya tahun ini terancam ditunda lantaran ada efisiensi.

Saat ini, penataan ornamen masih bercampur antara Kerajaan Singhasari, Majapahit, dan Mataram Kuno.

Hal tersebut membuat beberapa pengunjung bingung terkait pembabakan sejarah yang ada di museum tersebut.

“Rencananya pameran di tiap ruang akan kami bagi sesuai segmen,” ujar Aditya Erwin Pribadi, salah satu pengelola Museum Singhasari.

Tahap awal masih dalam tahap pencarian alur sejarah yang paling tepat.

Dengan membandingkan beberapa sumber tepercaya untuk menggambarkan penataan ruang yang akan dilakukan.

Hal itu dilakukan untuk mempermudah seleksi benda-benda koleksi berdasar era raja yang meninggalkannya.

“Sebab cerita Singhasari sendiri sudah banyak lini masanya, keterangannya tumpang tindih, jadi kami pilah mana yang akan ditampilkan,” kata Aditya.

Menurut dia, penataan dibutuhkan untuk menarik perhatian pengunjung.

Sebab saat ini mayoritas pengunjung Museum Singhasari adalah anak-anak seusia TK dan SD.

Sementara cerita yang disuguhkan di Museum Singhasari sebatas cerita yang dituliskan pada dinding.

Dalam penataannya kelak, Aditya akan lebih banyak membuat maket tentang cerita masing-masing kerajaan.

Sehingga cerita yang ada disampaikan dalam karya seni tiga dimensi.

Dia yakin penyampaian semacam itu lebih ampuh menarik perhatian pengunjung.

Di pihak lain, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Hartono, mengungkap, tahun ini sudah ada dana Rp700 juta yang disetujui untuk penataan museum.

Namun realisasinya masih terkendala isu efisiensi.

“Sesuai pendanaan, seharusnya ada empat hal yang akan dilakukan pada museum tahun ini,” ujar Hartono.

Empat hal itu adalah perbaikan media tata pamer, pembukaan layanan belajar bersama di museum, memperbanyak sosialisasi dan edukasi tentang museum, serta pemeliharaan bangunan museum.

Poin kedua dan ketiga bisa dilakukan tanpa dana, namun poin pertama dan keempat harus menunggu dana cair dari pusat. (aff/dan)

Editor : A. Nugroho
#singosari #Ulang #Kabupaten Malang #Penataan #Museum Singhasari #efisiensi