LAWANG – Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite di SPBU Desa Bedali, Kecamatan Lawang yang diduga tak sesuai takaran viral di Facebook.
Dalam video berdurasi 13 menit 29 detik tersebut, seorang konsumen memindahkan bensin dari ember ke gelas takar.
Konsumen itu mengklaim membeli bensin 4 liter, tapi hasil takaran tidak sampai 4 liter.
Belakangan diketahui bahwa konsumen tersebut bernama Saiful Amin.
Pria berusia 40 tahun itu ber domisili di Desa Ketindan, Lawang.
Ketika dihubungi, Saiful mengaku sengaja memviralkan karena curiga pihak SPBU mengurangi takaran.
Sebelum memviralkan, dia sudah membeli bensin 7 liter di SPBU tersebut menggunakan Honda CBR 150.
”Sesampai di rumah, saya memindahkan isi bensin itu ke mobil pakai botol air mineral 1,5 liter. Dari sana saya tahu takarannya kurang,” terang Saiful ketika dihubungi kemarin (9/4).
Saiful mengaku sudah melaporkan peristiwa tersebut ke kantor pengelola SPBU.
Disana, tes ukur dengan menggunakan gelas ukur dilakukan.
Tiga liter bensin yang dia beli kemudian dipindahkan pakai ember ke pengukur.
Hasilnya, bensin 3 liter menjadi 2,8 liter bensin.
Kepada Saiful, petugas SPBU mengatakan bahwa selisih itu disebabkan adanya penguapan, namun dia tidak percaya.
”Saya bilang ke pe tugas SPBU masak penguapan 2-3 menit-an bisa sampai 200 mililiter. Mereka menjawab dari ember kering ke gelas ukur bisa saja terjadi,” ujar dia.
Karena telanjur viral, Pertamina pun ambil tindakan.
Yakni melakukan uji tera terhadap selang nomor 5 yang dipakai Saiful.
Pengukuran dilakukan petugas uji tera dari UPT Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Malang.
Metode yang dilakukan adalah pengukuran dengan bejana ukur tera ukuran 5 dan 20 liter.
Dalam pengujian tersebut, disperindag menilai masih dalam batas toleransi, yakni -100 mililiter atau penguapan 0,5 persen dari 20 liter.
“Kami pakai bejana yang kering, tidak kami basahi dulu, dan menggunakan 3 speed pada nozzle,” kata Penera Ahli Muda UPT Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Malang Iskhak Hidayat.
Sementara itu, Sales Branch Manager I Pertamina Malang Fuel Arga Satya mengatakan, SPBU tersebut sudah diuji tera sebelum kejadian.
“Februari 2025 sudah diuji tera. Yang sekarang ini untuk pembuktian lagi,” ucap dia. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho