Dua Selamat, Tiga dalam Pencarian
KABUPATEN - Petaka terjadi di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur kemarin (9/4).
Lima santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto, terseret ombak ke tengah laut.
Dua selamat, tiga lainnya masih dalam pencarian.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00.
Baca Juga: Akses Sulit, Pengunjung Pantai Balekambang Menurun hingga 70 Persen
Tiga korban yang masih dalam pencarian antara lain, Lutfi Munawar, Yasir Arafat Inninawa, dan Fahmi Sirilah.
Seluruhnya masih berusia 15 tahun.
Sementara yang selamat adalah Andi Khoirul Raffi, 16, dan Kayy Yugo, 15.
”Ada dua temannya lagi yang saat peristiwa itu terjadi sedang tidak berada di air. Namanya Hafiz Syarifidin dan Ridho Akbar. Usia keduanya sekitar 15 tahun,” terang Camat Bantur Bayu Jatmiko.
Baca Juga: Pencari Ikan Terseret Ombak di Bantur Belum Ditemukan
Tujuh orang santri tersebut berlibur meninggalkan Pacet pada Selasa pagi (8/4).
Hari itu mereka jalan-jalan ke Kota Batu.
Sehari kemudian baru bertolak ke Balekambang.
Mereka tiba di pantai sekitar pukul 12.45.
Enam santri langsung berenang di tepi pantai.
Hanya Ridho saja yang menikmati keindahan salah satu panorama Malang Selatan itu dari tepi pantai.
“Mereka berenang pas di palung laut. Hafiz mentas lebih dulu karena mau melaksanakan salat,” imbuh Bayu.
Sekitar pukul 13.00, ombak agak besar datang dan menyeret lima santri yang sedang berenang itu.
Andi dan Kayy berhasil lolos dan berenang ke tapi pantai.
Sedangkan tiga santri lainnya terseret ke tengah laut.
Menurut Bayu, sebenarnya ada dua wisatawan yang berusaha menolong para santri.
Mereka adalah Rio Candra Hidayat, 17, warga l Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, dan WNA asal Jerman bernama Helena Lindner, 23.
Baca Juga: Pemkab Malang Rancang Pengadaan Pasir Voli Pantai untuk Porprov Jatim IX
Tapi upaya itu tidak berhasil.
“Dua wisatawan itu kemudian ditolong nelayan dan dibawa ke Puskesmas Bantur,” ujar dia.
Dua orang santri yang selamat tidak mengalami luka.
Sedangkan dua wisatawan yang menolong terpaksa dirawat karena kelelahan.
Penanganan medis yang dilakukan adalah memberikan tabung oksigen.
Kapolsek Bantur AKP Totok Suprapto menjelaskan, pencarian terhadap para santri yang terseret ombak langsung dilakukan.
Namun hingga kemarin petang belum ada tanda-tanda keberadaan para mereka.
Pencarian akan dilanjutkan hari ini dengan meminta bantuan Basarnas Surabaya, tim SAR lokal, BPBD, dan TNI-Polri. (biy/fat)
Editor : A. Nugroho