Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Poktan Turen dan Donomulyo Dapat Bantuan Traktor

Mahmudan • Minggu, 13 April 2025 | 02:34 WIB
BERTEKNOLOGI: Petani di kecamatan turen memanen padi menggunakan traktor. Tahun ini Pemkab Malang menyalurkan bantuan traktor dan peralatan lain untuk petani. ( DARMONO/RADAR MALANG)
BERTEKNOLOGI: Petani di kecamatan turen memanen padi menggunakan traktor. Tahun ini Pemkab Malang menyalurkan bantuan traktor dan peralatan lain untuk petani. ( DARMONO/RADAR MALANG)

KEPANJEN Produksi pertanian, khususnya komoditas padi selalu ditingkatkan.

Sebab, meskipun surplus, produksi padi masih mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang mengungkap, produksi pada 2024 mencapai 254.794 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Menurun dibanding tahun sebelumnya yang menembus 279.366 ton GKG.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicenna Medisica Sani Putera mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan padi, pemerintah telah melakukan berbagai inovasi.

Salah satunya dengan menyalurkan 19 bantuan sarana produksi (saprodi) pertanian.

“Seperti bantuan pemerintah pusat berupa traktor roda empat yang kami usulkan melalui proposal atas rekomendasi bupati. Jumlahnya ada dua unit,” ujar Avicenna beberapa waktu lalu.

Masing-masing traktor diserahkan kepada Kelompok Tani (Poktan) Dewi Sri I di Desa Jeru, Kecamatan Turen.

Kemudian diserahkan juga ke Poktan Sumber Rejeki di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo.

Selain itu, dia mengatakan, juga ada 17 unit hand sprayer yang berfungsi untuk menyemprotkan cairan seperti pestisida, herbisida, pupuk cair, dan zat pengatur tumbuh tanaman.

Dengan rincian, tujuh unit diserahkan kepada Poktan Tani Makmur I, Desa Gunungsari.

Kemudian lima unit diserahkan kepada Poktan Tani Maju II di Desa Gunungronggo dan lima unit lainnya diserahkan kepada Poktan Sekar Arum I, Desa Purwosekar.

Alat tersebut membantu petani mengen dalikan hama, penyakit tanaman, serta memberikan nutrisi secara merata.

“Kami juga sudah mengusulkan lima unit alat combine harvester, tetapi baru dikabulkan dua unit. Mudahmu dahan sisanya tahun selanjutnya,” ucap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Alat tersebut digunakan untuk membantu petani memanen padi.

Dengan alat itu, dia mengatakan, panen menjadi lebih cepat dan hasilnya lebih banyak.

Sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas. (yun/dan)

Editor : Aditya Novrian
#Produksi #traktor #petani #jumlah #meningkatkan #Pemkab Malang #alat pertanian #Padi