DONOMULYO – Pantai Modangan di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo terancam batal dijadikan ajang kompetisi cabor palayang Porprov IX Jatim 2025.
Panitia masih mempertimbangkan lokasi karena faktor cuaca.
Sebelumnya, ada 33 cabor yang akan berkompetisi di Bumi Kanjuruhan.
Pertandingan Porprov IX Jatim akan berlangsung akhir Juni sampai Juli depan.
Pantai Modangan atau lebih tepatnya di Bukit Waung dipilih untuk kompetisi cabor paralayang.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang Rosyidin mengungkapkan, kepastian penyelenggaraan cabor paralayang di Modangan belum 100 persen.
Masih ada kemungkinan digelar di lokasi lain.
“Dari KONI Jawa Timur meminta agar diganti (lokasi lain) karena Juli itu anginnya diprediksi kencang,” kata dia.
Jika angin bertiup kencang saat pertandingan berlangsung, dia mengatakan, dikhawatirkan atlet tidak bisa mengendalikan laju payungnya.
Risiko jatuh dan cedera semakin besar.
Meski begitu, Rosyidin tetap berharap cabor paralayang berkompetisi di pantai modangan.
Pasalnya, venue Modangan sudah siap.
Selain akses jalannya sudah tidak rusak lagi, penginapan untuk akomodasi atlet juga sudah disediakan.
Dalam pantauan wartawan koran ini di lokasi, satu penginapan sedang membangun kamar lagi di lantai dua.
Rosyidin menyebut, pihak nya bersama perwakilan KONI Jawa Timur sudah menyurvei sejumlah tempat untuk alternatif.
Di antaranya Desa Tawangrejeni, Kecamatan Turen dan Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe).
Namun Tawangrejeni dan Druju dianggap masih belum layak.
“Tempatnya terlalu kecil dan banyak tanaman tebu. Selain itu juga lahan masih milik warga, sehingga agak sulit,” kata Rosyidin.
Pihaknya menanti hasil survei perwakilan provinsi di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung.
Selain di Kabupaten Malang, dia mengatakan, lokasi lain yang masuk alternatif adalah Kota Batu.
Namun kepastian titik take off dan landing pelaksanaan bakal ditentukan dalam waktu dekat.
“Pekan ini akan ada rapat koordinasi KONI Jatim dengan tiga daerah se-Malang Raya. Rencananya soal venue akan dibahas juga,” tandas Rosyidin. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho